Minggu 10 Desember 2017, 09:05 WIB

Erdogan Peringatkan Amerika

Administrator | Internasional
Erdogan Peringatkan Amerika

AP/Yasin Bulbul

 

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan keputusan AS untuk mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel bertolak-belakang dengan hukum internasional dan resolusi PBB.

"Dewan Keamanan PBB telah melakukan tindakan besar untuk memukul pengumuman ini," kata Erdogan dalam satu pertemuan di Istanbul, Sabtu (9/12).

Ia mengatakan pengumuman mengenai Jerusalem tersebut telah membuat AS berbenturan dengan Resolusi 478 Dewan Keamanan --yang mengutuk upaya pencaplokan Israel atas Jerusalem Timur dan mendesak negara anggota PBB untuk menarik misi mereka dari Jerusalem.

"Bagaimana itu bisa mungkin? Anda membubuhi tandatangan dan sekarang anda membantahnya," kata Erdogan.

"Memimpin dunia tidak mudah dan menjadi kuat tak memberi anda hak ini," kata Erdogan mengenai Presiden AS Donald Trump, yang pada Rabu (6/12), mengubah kebijakan yang telah lama dipegang AS dengan mengumumkan keputusannya untuk mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memulai prosedur pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

"Para pemimpin negara besar bertugas mewujudkan perdamaian, bukan menciptakan konflik," kata Presiden Turki tersebut.

Erdogan juga menuduh Israel menjadi negara pendudukan, melakukan perluasan bertahap wilayah Israel dari 1947 sampai hari ini di peta yang terlihat di layar.

"Sekarang, dengan kekuatan polisinya, mereka menyerang anak-anak dan pemuda, dan menybar teror," kata Erdogan.

Sekali lagi, ia menggambarkan Jerusalem sebagai garis merah buat Dunia Islam.

Erdogan telah mengancam akan memutukan hubungan diplomatik dengan Israel dan menyerukan pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Islam di Istanbul pada 13 Desember.

Status Jerusalem termasuk di antara masalah inti yang berkaitan dengan konflik Palestina-Israel, sementara rakyat Palestina berusaha mendirikan negara merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya. (Ant/OL-8)

Baca Juga

AFP/	SERGEI KARPUKHIN

Putin Minta Kyiv Kembali ke Meja Perundingan

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 03 Oktober 2022, 10:52 WIB
"Masyarakat sudah menentukan pilihan, pilihan tegas ini adalah kehendak jutaan...
AFP

Indonesia Nilai Referendum Ilegal Rusia Persulit Penyelesaian Konflik di Ukraina

👤Ant 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 23:47 WIB
Referendum tersebut telah menjadi dasar pencaplokan ilegal empat wilayah Ukraina, yaitu Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan...
AFP/Ricardo ARDUENGO

Korban Tewas Badai Ian 54 Orang dan Bawa Kapal ke Parkir Mobil

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 19:02 WIB
Jembatan ke Pulau Pine, pulau penghalang terbesar di lepas Pantai Teluk Florida hancur oleh badai sehingga hanya dapat diakses dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya