Sabtu 09 Desember 2017, 08:49 WIB

Protes Trump, Palestina Bentrok dengan Militer Israel

Irene Harty | Internasional
Protes Trump, Palestina Bentrok dengan Militer Israel

Pengunjuk rasa Palestina bentrok dengan tentara Israel di dekat sebuahy pos pemeriksaan Israel di Ramallah, Tepi Barat, Jumat (8/12)---AFP/ABBAS MOMANI

 

WARGA Palestina bentrok dengan aparat keamanan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam ‘hari kemarahan’ yang diserukan untuk memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel.


Hari kemarahan diserukan gerak­an Hamas yang menjalankan pemerintahan di Jalur Gaza setelah pemimpin Hamas Ismail Haniya menyerukan intifadah baru atas deklarasi Trump tersebut.

Bentrokan dan baku hantam terjadi di Kota Tua Jerusalem dan kota-kota lain termasuk Hebron, Bethlehem, dan Nablus di Tepi Barat seusai salat Jumat. Namun, hingga semalam, bentrokan masih terbatas.

Di beberapa tempat lainnya, warga Palestina melempari pasukan Israel dengan batu yang dibalas dengan tembakan gas dan peluru karet.

Di Kota Tua Jerusalem, sekitar 50 polisi adu dorong dengan 200 demonstran sambil menendang dan memukuli mereka dengan tongkat.

Sumber-sumber medis Palestina mengatakan sedikitnya 200 orang terluka dalam bentrokan di seluruh Palestina yang digelar seusai salat Jumat. Namun, Palang Merah Palestina melaporkan satu orang terluka terkena tembakan senapan dan 21 terluka akibat peluru karet di Tepi Barat. Sebanyak 14 lainnya terluka dalam bentrokan di Jalur Gaza.

Aparat keamanan Israel telah mengantisipasi potensi bentrokan dengan mengerahkan ratusan pasukan tambahan.

“Beberapa ratus polisi tambahan dan polisi perbatasan telah dike­rahkan di dalam dan di sekitar Kota Tua,” kata juru bicara ke­polisi­an Micky Rosenfeld.

Selama beberapa dekade, AS telah mengakui kenetralan Jerusalem, sejalan dengan konsensus internasional bahwa nasib kota suci harus ditentukan dalam negosiasi.

Jerusalem Timur dicaplok Israel pada 1967, tetapi diakui Palestina sebagai ibu kota mereka di masa depan. Kota ini juga merupakan rumah bagi tempat-tempat suci muslim, Yahudi, dan Kristen.

Israel mengklaim seluruh Jerusalem yang mereka rebut dari Yordania dalam perang pada 1967 sebagai ibu kota, begitu pula Palestina, sehingga memicu konflik.

Protes AS
Demonstrasi untuk memprotes keputusan Trump juga digelar di negara-negara lain di Timur Tengah dan negara-negara muslim termasuk Indonesia, Mesir, Malaysia, Afghanistan, Yordania, dan Turki.

Di Amman, ibu kota Yordania, ratusan demonstran meneriakkan, “Jerusalem adalah Arab,” dan “A­merika adalah kepala ular.”

Sekitar 5.000 demonstran ber­gerak di Kuala Lumpur, Malaysia, setelah salat Jumat di masjid se­tempat, dengan meneriakkan dan melambaikan spanduk bertuliskan ‘Hands off Jerusalem’ dan ‘Down USA President Trump’.

Aksi damai itu dipimpin Menteri Olahraga dan Kepala Partai berkuasa UMNO Khairy Jamaluddin, yang menuduh tindakan Trump ilegal.

“Apa yang Anda lakukan bertentangan dengan hukum internasional. Muslim tidak dapat menerima tindakan Anda,” kata dia.

Perdana Menteri Libanon Saad Hariri mengkritik aksi Trump yang menimbulkan tantangan baru bagi Timur Tengah yang penuh ketegangan.

“Ini mempersulit proses perdamaian bahkan lebih (antara Israel dan Palestina) dan menciptakan tantangan baru bagi keamanan regional. Atas nama orang Libanon, saya hanya bisa mengulangi penolakan kami terhadap keputusan ini,” lanjutnya saat menghadiri pertemuan di Paris.

Pada saat yang sama, Presiden Prancis Emmanuel Macron menambahkan keputusan tersebut seharusnya tidak menambah ketidakstabilan kawasan.

“Saya mengeluarkan imbauan untuk tenang dan sikap tanggung jawab oleh setiap orang yang penting untuk usaha yang kita lakukan di sini,” kata dia. (AFP/AP/Ire/I-1)

Baca Juga

AFP/TOM HARRISON

Royal Mint Inggris Ungkap Potret Koin Raja Charles III

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 September 2022, 14:08 WIB
Royal Mint Inggris pada hari Jumat meluncurkan patung resmi Raja Charles III yang akan muncul di koin setelah aksesi ke...
AFP/ Sean Rayford

Ribuan Orang Terjebak Banjir saat Badai Ian Menghantam Florida

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 September 2022, 14:05 WIB
Ribuan warga Florida yang terperangkap di tengah rumah-rumah yang terendam...
AFP/Oliver Contreras

Biden Tegaskan tidak akan Pernah Akui Aneksasi Ukraina oleh Rusia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 30 September 2022, 09:57 WIB
"Kehendak sebeneranya dari warga Ukraina terlihat jelas setiap hari saat mereka mengorbankan jiwa raga untuk mempertahankan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya