Kamis 07 Desember 2017, 05:13 WIB

Trump akan Akui Jerusalem Ibu Kota Israel

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Trump akan Akui Jerusalem Ibu Kota Israel

AFP PHOTO / THOMAS COEX

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) akan mengakui Jerusalem (Al-Quds) sebagai ibu kota Israel, hari ini, mengabaikan peringatan mengerikan tentang kesalahan langkah historis yang dapat memicu gelombang kekerasan di Timur Tengah.

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan Trump akan membuat pengumuman tersebut pada pukul 13.00 waktu setempat atau Kamis (7/12) pukul 01.00 WIB dari Gedung Putih.

"Dia akan mengatakan pemerintah AS mengakui Jerusalem adalah ibu kota Israel," kata seorang pejabat senior pemerintah, yang berbicara tanpa menyebut nama.

Selain terjun lebih jauh dalam perselisihan mengenai kota yang dianggap suci umat Yahudi, muslim, dan Kristen itu, Trump juga akan mulai proses pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

"Perlu beberapa waktu untuk menemukan sebuah tempat, untuk mengatasi masalah keamanan, merancang fasilitas baru, mendanai fasilitas baru, dan membangunnya," kata pejabat itu, yang mengindikasikan langkah tersebut tidak akan segera terwujud.

Status Jerusalem merupakan isu penting dalam konflik Israel-Palestina. Kedua pihak mengklaim kota itu sebagai ibu kota mereka.

Israel menduduki Jerusalem Timur dan Tepi Barat dalam Perang Enam Hari pada 1967.

Mereka kemudian mencaplok Jerusalem Timur dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui masyarakat internasional.

Mengapa Trump memutuskan untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel?

Sebenarnya, sejak 1995, Kongres AS telah menyetujui undang-undang yang meminta pemerintah AS memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Jerusalem dan mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.

Undang-undang tersebut mengikat pemerintah AS.

Namun, sebuah klausa memungkinkan presiden 'Negeri Paman Sam' itu menunda pemindahan tersebut selama enam bulan untuk 'kepentingan keamanan nasional'.

Presiden Bill Clinton, George W Bush, dan Barack Obama meratifikasi klausul tersebut setiap enam bulan sekali.

Sebaliknya, Trump dengan enggan meratifikasi klausul itu untuk pertama kalinya pada Juni 2017 karena selama kampanye berjanji memindahkan kedutaan.

Setelah enam bulan berlalu, miliarder itu akan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Sikap dunia

Utusan PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov, kemarin, mengatakan status masa depan Jerusalem harus dinegosiasikan antara Israel dan Palestina.

Ia memperingatkan dampak setiap tindakan atas kota yang disengketakan tersebut.

"Sekjen PBB telah berkali-kali berbicara mengenai masalah ini. Dia telah mengatakan kita semua harus berhati-hati dengan tindakan yang kita ambil karena dampaknya," kata Mladenov.

"Masa depan Jerusalem ialah sesuatu yang perlu dinegosiasikan dengan Israel, dengan orang-orang Palestina, duduk berdampingan secara langsung dalam negosiasi," ujarnya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pemindahan Kedutaan Besar AS ke Jerusalem akan memiliki konsekuensi serius.

"Al-Quds (Jerusalem) adalah milik umat Islam. Kami harapkan AS tidak mengambil langkah seperti ini," tegasnya.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud menegaskan setiap gerakan AS di Jerusalem akan memprovokasi dan menyakiti perasaan muslim di seluruh dunia.

(AFP/AP/I-2)

Baca Juga

AFP

Jerman Laporkan Kasus Pertama Cacar Monyet pada Anak

👤Ant 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:52 WIB
Kasus tersebut menimpa seorang anak perempuan berusia 4 tahun yang tinggal serumah dengan dua orang dewasa yang...
AFP/GIORGIO VIERA

Republik Bela Trump yang Rumahnya Digeledah FBI

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 16:34 WIB
Politikus Partai Republik di DPR AS Kevin McCarthy mengatakan Departemen Kehakiman yang dipimpin Jaksa Agung Merrick Garland...
AFP

Tiongkok Rilis Buku Putih, Peringatkan Tidak akan Tolerir Separatis di Taiwan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 15:45 WIB
Dokumen tersebut menguraikan bagaimana Tiongkok bermaksud untuk mengklaim Wilayah Taiwan melalui berbagai insentif ekonomi dan tekanan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya