Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA Presiden AS Donald Trump yang hendak memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat di Israel ke Yerusalem dinilai akan memperkeruh situasi politik di wilayah Timur Tengah. Kebijakan AS ini sudah mendapat kecaman dari negara-negara yang tergabung dalam OKI dan beberapa pemimpin dunia.
"Risikonya politik di Timur Tengah akan ruwet, karena sumber dari pada banyak keruwetan itu ya konflik Palestina dan Israel," ujar Wapres Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu (6/12).
Wapres Kalla menegaskan bahwa posisi Indonesia sudah jelas tidak sependapat dengan Amerika dan tidak memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Menurut dia, selain memperkeruh situasi di Timur Tengah, juga akan sulit bagi usaha Amerika untuk menjadi penengah dalam konflik Palestina-Israel.
Sebelumnya Trump pada Selasa (5/12), mengatakan kepada para pemimpin negara-negara Arab terkait rencana tersebut.
Bahkan beberapa pejabat tinggi AS sebelumnya mengatakan bahwa Trump kemungkinan pada Rabu ini akan menyatakan pengakuan bahwa Yerusalem merupakan ibu kota negara Israel namun akan menunda pemindahan kedutaan dari Tel Aviv selama enam bulan.
Menurut sejumlah pejabat AS, Trump diperkirakan akan menandatangani keputusan yang menetapkan bahwa AS masih mempertahankan kedutaan di Tel Aviv selama enam bulan lagi namun akan berusaha untuk mempercepat pemindahan.
Pemerintahan Trump akan memerlukan waktu untuk menangani masalah logistik seperti belum adanya gedung kedutaan serta perumahan yang aman bagi para anggota staf di Yerusalem, menurut seorang pejabat AS.
Untuk diketahui Israel merebut Yerusalem Timur Arab dalam perang Timur Tengah pada 1967 dan kemudian mencaploknya. Langkah Israel itu tidak diakui keabsahannya oleh dunia internasional.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved