Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jepang Tangkap Gelombang Radio Korut Kemungkinan Uji Rudal

MICOM
29/11/2017 11:12
Jepang Tangkap Gelombang Radio Korut Kemungkinan Uji Rudal
(AFP)

JEPANG menangkap gelombang radio, yang mengisyaratkan Korea Utara kemungkinan tengah menyiapkan peluncuran peluru kendali balistik lagi. Gelombang radio semacam itu diakui tidak seperti pada umumnya meskipun gambar satelit tidak menunjukkan kegiatan baru militer Korut.

Setelah Korut menembakkan peluru kendali dengan selang waktu sekitar dua atau tiga bulan sejak April, negara yang dipimpin Kim Jung Un ini kembali meluncurkan rudanya pada September, belum lama ini, setelah meledakkan roketnya yang melewati pulau Hokkaido di Jepang utara.

Kantor berita Kyodo Jepang pada Senin (27/11) malam melaporkan bahwa pemerintah Jepang tetap waspada setelah menangkap gelombang radio tersebut. Hal itu dikhawatirkan sebagai petunjuk peluncuran bisa dilakukan dalam beberapa hari. Laporan tersebut juga mengatakan bahwa gelombang itu mungkin terkait dengan pelatihan militer
musim dingin oleh militer Korut.

Untuk diketahui Korut sedang mengejar program senjata nuklir dan misilnya dengan menentang sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta tidak merahasiakan rencananya untuk mengembangkan misil yang mampu mencapai daratan Amerika Serikat. Korut pun telah menembakkan dua misil ke Jepang.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap, mengutip sumber pemerintahnya, juga melaporkan bahwa pejabat intelijen Amerika Serikat, Korsel dan Jepang baru-baru ini mendeteksi tanda-tanda kemungkinan peluncuran misil tersebut dan telah siaga lebih tinggi.

Menteri Unifikasi Korsel Cho Myoung-gyon mengatakan kepada wartawan pada Selasa (28/11) bahwa ada pergerakan "yang patut ditandai" dari Korut sejak peluncuran misil terakhirnya pada pertengahan September, namun tidak ada
bukti kuat adanya tes nuklir atau misil lainnya.

"Korut belum melakukan tes nuklir atau misil baru, tapi baru-baru ini kami telah melihat mereka terus-menerus menguji mesin dan melakukan uji coba bahan bakar," kata Cho di Seoul. Cho menambahkan masih perlu waktu lebih lama untuk melihat apakah ini terkait langsung dengan tes misil dan nuklir Korut.

Saat ditanya tentang laporan media tersebut, juru bicara Pentagon, Kolonel Robert Manning mengatakan kepada wartawan bahwa AS terus mengawasi Korut dengan sangat cermat. "Upaya itu dipimpin secara diplomatik pada saat ini, didukung pilihan militer," katanya. "Persekutuan Republik Korea dan AS tetap kuat dan mampu melawan provokasi
atau serangan Korut," imbuhnya.

Dua sumber pemerintah AS yang akrab dengan penilaian resmi atas kemampuan dan aktivitas Korut mengatakan bahwa sementara mereka tidak segera mengetahui adanya pengintaian baru-baru ini yang menunjukkan bahwa Korut sedang mempersiapkan untuk meluncurkan tes misil baru.

Pejabat intelijen AS lainnya mengatakan bahwa Korut sebelumnya telah mengirimkan tanda-tanda persiapan tes misil dan nuklir yang menyesatkan dengan sengaja, sebagai bagian untuk menutupi persiapan nyata, dan untuk menguji AS serta intelijen sekutu dalam kegiatannya.

Cho mengatakan Korut dapat mengumumkan penyelesaian program nuklirnya dalam waktu satu tahun, karena bergerak lebih cepat dari yang diperkirakan dalam mengembangkan persenjataannya. Korut membela diri dengan mengatakan bahwa program senjatanya tersebut sebagai pertahanan untuk melawan serangan AS, yang menempatkan 28.500 tentara di Korsel, peninggalan perang Korea 1950-1953.(Ant/Reuters/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya