Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Misa Pertama Paus di Myanmar Dihadiri Ratusan Ribu Warga

MICOM
29/11/2017 10:02
Misa Pertama Paus di Myanmar Dihadiri Ratusan Ribu Warga
(AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)

RATUSAN ribu orang menghadiri misa umum pertama yang dilakukan Paus Fransiskus di Myanmar. Kunjungan tersebut merupakan Kepausan pertama ke negara tersebut meskipun telah ada umat Katolik di Myanmar selama lebih dari 500 tahun.

Suasana kemeriahan dan khidmat mengiringi misa umum yang dinanti-nantikan oleh sekitar 660 ribu pemeluk Katolik di Myanmar. Tampak Paus melambaikan tangannya dari mobil terbuka yang membawanya mengelilingi Taman Ground Kyaikkasan Yangon sebelum misa. Tampak hadir dalam misa tersebut beberapa pejabat pemerintah daerah dan anggota senior partai Liga Nasional untuk Demokrasi, termasuk Aung San Suu Kyi.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa tujuannya mendatangi Myanmar yang mayoritas masyarakatnya beragama Buddha adalah untuk melayani komunitas Katoliknya, yang jumlahnya sekitar 660 ribu orang, atau hanya sekitar 1 persen dari populasi warga Myanmar sekitar 52 juta orang.

Perjalanan Paus dibayang-bayangi oleh operasi militer Myanmar yang menargetkan minoritas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine utara.

Sehari sebelumnya, Selasa (28/11) Paus setelah menemui Suu Kyi menghindari menyebutkan krisis - atau Rohingya - secara langsung pada saat menyampaikan pidato ke publiknya di ibu kota negara itu.

Paus hanya meminta "penghormatan terhadap hak dan keadilan" sementara Suu Kyi menyatakan bahwa tujuan Myanmar adalah "melindungi hak, mendorong toleransi, menjamin keamanan untuk semua orang."

Namun tindakan keras militer telah memaksa lebih dari 620.000 orang Rohingya selama tiga bulan terakhir untuk meninggalkan rumah mereka di negara bagian Rakhine utara ke tempat yang sekarang menjadi kamp pengungsi terbesar di dunia di negara tetangga Bangladesh.

Perserikatan bangsa-Bangsa (PBB) dan Amerika Serikat (AS) telah menyatakan apa yang dilakukan Myanmar sebagai pembersihan etnis (genosida) dan melanggar hak asasi manusia. Mereka juga menuduh militer Myanmar telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap pengungsi muslim Rohingya, dengan melakukan pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran yang konsisten.(AP/AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya