Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PAUS Fransiskus hari ini (Senin, 27/11) mendarat di Yangon sebagai tanda dimulainya kunjungan di negara dengan mayoritas penduduk Buddha, Myanmar, yang tengah dituding oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa telah melakukan "pembersihan etnis" terhadap kelompok minoritas muslim Rohingya.
Paus juga akan mengunjungi Bangladesh, yang menjadi tuan rumah bagi 620.000 pengungsi Rohingya asal negara bagian Rakhine, Myanmar. Mereka melarikan diri dari negaranya akibat gelombang kekerasan operasi militer yang disebut oleh Amnesti Internasional sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan."
Amnesti Internasional menuding pihak militer Myanmar telah melakukan pemerkosaan, pembunuhan, penyiksaan, dan pengusiran terhadap kelompok Rohingya.
Kunjungan kerja Paus di Myanmar ini diharapkan bisa memberikan dorongan moral bagi pihak-pihak yang terkait krisis kemanusiaan ini yang dicatat terburuk dalam 40 tahun terakhir.
Menjelang kedatangan Paus Fransiskus ini, pihak pemerintah Myanmar dan Bangladesh telah membuat kesepakatan terkait pemulangan pengungsi Rohingya. Namun belum jelas dan detil pengaturan pemulangan warga Rohingya yang sudah sejak Agustus lalu menempati tenda-tenda pengungsian dalam kondisi yang memprihatinkan.
Ada anggapan bahwa MoU tersebut dibuat untuk menghilangkan kesan bahwa Myanmar tidak bertanggungjawab kepada warganya yang tengah menderita persekusi, diskriminasi hingga pembunuhan dan perlakukan biadab yang dilakukan oleh militer Myanmar. Untuk dikethaui Paus Fransiskus ini dianggap sesbagai salah satu sosok pemimpin dunia yang menyatakan simpatinya terhadap pengungsi muslim Rohingya.
Sementara itu, di Myanmar hanya ada 700.000 orang yang resmi beragama Katolik Roma dari jumlah populasi keseluruhan yang mencapai 51 juta jiwa (atau kurang dari 1,5 persen). Ribuan di antara mereka telah membeli tiket kereta dan bus menuju Yangon, yang merupakan kota utama negara tersebut, untuk bisa melihat pemimpin tertinggi agama mereka.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved