Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kelompok HAM PBB akan Kunjungi Meksiko Pantau Kebebasan Pers

MICOM
24/11/2017 13:07
Kelompok HAM PBB akan Kunjungi Meksiko Pantau Kebebasan Pers
(AP)

SATU kelompok pakar kebebasan berekspresi diinisiasi markas Perserikatan Bangsa-Bangsa akan mengunjungi Meksiko pada akhir November ini, untuk menilai kondisi keamanan bagi wartawan dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik di negeri itu.

Meksiko sudah dikenal merupakan salah satu negara yang paling berbahaya di dunia bagi para wartawan saat bertugas. reporter.

David Kaye, Pelapor Khusus PBB terkait kebebasan ekspresi, dan Edison Lanza, yang menduduki posisi yang sama di Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika, akan berkunjung dari 27 November hingga 4 Desember setelah mendapat undangan dari pemerintah.

"Kunjungan ini terkait krisis terhadap pers yang sedang terjadi di Meksiko, peningkatan dalam tindak kekerasan," kata Leopoldo Maldonado, petugas perlindungan dan pembelaan dari kelompok advokasi kebebasan berekspresi.

Kunjungan tersebut datang, di saat jurnalis Meksiko mengalami gelombang kekerasan terburuk dalam sejarah pada beberapa waktu belakangan ini, dengan setidak-tidaknya 11 wartawan tewas pada 2017. Jumlah yang sama juga terjadi pada 2016.

Selama 17 tahun belakangan, sebanyak 111 wartawan tewas pada 2008 di Meksiko, lebih dari sepertiga di antaranya berada di bawah pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto. Wartawan juga harus mendapati bentuk kekerasan lainnya.

Pada Juni, pegiat, pengacara hak asasi manusia dan wartawan mengajukan tuntutan pidana setelah para ahli menemukan bahwa telepon pintar mereka telah terjangkit dengan perangkat lunak mata- mata canggih yang dijual
hanya untuk pemerintah.

Pemerintah Meksiko mengatakan pada saat itu bahwa tidak ada bukti pihak yang bertanggung jawab terhadap upaya mata-mata itu dan mengutuk setiap upaya yang melanggar wilayah pribadi seseorang.

Para ahli hak asasi akan mengunjungi Kota Meksiko serta negara bagian Guerrero, Veracruz, Tamaulipas dan Sinaloa untuk bertemu dengan pihak legislatif, eksekutif dan yudikatif ditambah wartawan dan perwakilan masyarakat sipil.

Meksiko menempati urutan 147 dari 180 negara, dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia, di bawah Venezuela, Sudan Selatan dan Bangladesh, dan satu tingkat di atas Rusia.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya