Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Spanyol, kemarin, menggelar pertemuan kabinet mendadak guna membahas langkah-langkah menangguhkan otonomi Catalonia setelah Presiden Catalonia Carles Puigdemont memilih untuk tetap berpisah dari ‘Negeri Matador’ itu. Hasil rapat itu akan dikirimkan ke Senat untuk diputuskan melalui pemungutan suara pada Sabtu (21/10).
Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy telah memperingatkan pihaknya akan mengacu pada Pasal 155 Konstitusi Spanyol 1978 yakni kontrol langsung pemerintah pusat di Catalonia, kecuali jika Puigdemont mundur dari menyatakan Catalonia merdeka.
Hukum Konstitusional itu tidak pernah digunakan dalam empat dekade terakhir sejak demokrasi dipulihkan pada akhir kediktatoran Jenderal Francisco Franco.
Sebelumnya, pemerintah telah memberi Puigdemont batas waktu hingga Kamis (19/10) pukul 10.00 waktu setempat (15.00 WIB) untuk memilih akan mendeklarasikan kemerdekaan atau tidak sejak referendum pada 1 Oktober lalu.
Pada tenggat waktu yang hampir habis, Puigdemont mengirim surat yang menyatakan anggota parlemen Catalan dapat memilih untuk memisahkan diri secara sepihak jika Spanyol menggunakan Pasal 155.
“Jika pemerintah pusat te-rus-menerus mencegah dialog dan tetap melanjutkan penindasan, parlemen Catalonia dapat melanjutkan untuk memilih sebuah deklarasi kemerdekaan yang formal,” tegasnya dalam surat kepada Rajoy.
Puigdemont juga mengancam deklarasi independen yang ditangguhkan bukan berarti pemisahan tidak akan terjadi.
Dia meyakini, Catalonia akan lebih sejahtera jika berdiri sendiri setelah selama ini menopang seperlima ekonomi Spanyol.
Referendum Catalonia hanya berhasil mengumpulkan 43% pemilih penduduk Catalonia karena sisanya tetap tunduk pada keputusan Mahkamah Konstitusi Spanyol.
Oleh sebab itu, saat ini, penduduk Catalonia diliputi frustrasi dengan kegagalan politisi menemukan jalan keluar dan dampaknya pada ekonomi daerah.
Barca desak dialog
Pemain sepak bola Barcelona atau Barca mendesak diadakannya dialog pada Rabu (18/10) malam di stadion Camp Nou Barcelona.
Spanduk besar dibentangkan yang isinya ‘Dialog, Penghormatan, dan Olahraga’.
Stadion kembali dibuka untuk pertandingan pertamanya sejak bermain di hadapan kursi kosong saat protes ke-kerasan terhadap pemilih referendum Catalonia berlangsung.
Pejabat Catalonia mengatakan ratusan orang terluka dalam kekerasan polisi, tapi otoritas Spanyol menyebut tindakan itu sebanding dengan perlawanan.
Di sisi lain, kelompok masyarakat sipil di Catalonia menyerukan demonstrasi baru memprotes penahanan pemimpin prokemerdekaan oleh otoritas Spanyol.
Pengadilan Tinggi Spanyol menjatuhi hukuman para pemimpin Assemblea Nacional Catalana dan Omnium Cultural, organisasi separatis, karena diduga menjadi dalang demonstrasi pada pertengahan September yang menghambat investigasi yudisial jelang referendum 1 Oktober.
Demonstrasi pertama akan dilakukan di gerbang kantor pemerintah pusat di Barcelona pada Jumat (20/10) dan demonstrasi lebih besar direncanakan di ibu kota regional Catalonia pada Sabtu (21/10) siang. (AFP/AP/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved