Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Peluang AS Tinggalkan Traktat Nuklir Membesar

18/10/2017 10:35
Peluang AS Tinggalkan Traktat Nuklir Membesar
(AP/Pablo Martinez Monsivais)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengemukakan peluang 'terminasi total' negaranya dari kesepakatan nuklir Iran bersama enam kekuatan di dunia semakin nyata.

Langkah itu terjadi setelah Trump menolak mengesahkan kesepakatan yang dicapai pada 2015 itu dan memilih menyerahkannya kepada Kongres.

"Saya merasa sangat yakin dengan apa yang telah saya lakukan. Saya bosan dimanfaatkan. Mungkin penghentian total, itu nyata. Beberapa orang bahkan mengatakan itu kemungkinan yang sangat besar," tutur Trump menjelang rapat kabinet.

Kendati demikian, Trump juga menunjukkan sikap terbuka terhadap kesepakatan baru seraya memuji kemampuan negosiasi rekan-rekannya dalam kesepakatan nuklir bersama Iran (Inggris, Prancis, Tiongkok, Jerman, Rusia, dan Uni Eropa).

"Itu bisa berubah menjadi sangat positif. Kami akan melihat apa yang terjadi. Saya pikir cara pemimpin Iran sangat dimodifikasi dan saya senang melihatnya, tapi saya tidak tahu itu berarti atau tidak," ungkapnya.

"Mereka negosiator hebat, mereka menegosiasikan kesepakatan fenomenal untuk diri mereka sendiri, tapi kesepakatan itu merugikan Amerika Serikat," lanjutnya.

Komentar Trump tersebut muncul saat Uni Eropa mengumumkan akan mengirim diplomat utama ke Washington pada bulan depan demi menyelamatkan kesepakatan yang membuat Iran mengurangi ambisi nuklir mereka.

Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Federica Mogherini mengatakan dia akan berada di Washington pada awal November untuk mendesak anggota parlemen AS tidak menarik diri dari kesepakatan tersebut.

Para menteri Uni Eropa (UE) memperingatkan tindakan AS tersebut akan memberi sinyal ke Korea Utara bahwa perundingan dengan masyarakat internasional tidaklah bermanfaat.

Sementara itu, di kalangan anggota parlemen AS terdapat dukungan luas untuk memberi tekanan baru ke Iran atas pengembangan rudal dan aktivitas subversif mereka.

Menurut Trump, faktor itulah yang melanggar semangat kesepakatan tersebut. (AFP/Ire/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya