Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Eskalasi krisis politik di Spanyol kian meng-ancam stabilitas menyusul langkah pengadilan yang memerintahkan dua pemimpin senior prokemerdekaan Catalonia ditahan. Kedua belah pihak juga menolak untuk mengalah dalam kebuntuan terkait keinginan daerah tersebut untuk merdeka dari Madrid.
Aksi protes langsung pecah di ibu kota Catalonia, Barcelona, Senin (16/10) waktu setempat, tidak lama setelah berita penahanan Jordi Cuixart dan Jordi Sanchez tersebar. Dua tokoh utama prokemerdekaan itu dijebloskan ke jeruji besi atas tuduhan menghasut.
Jordi Cuixart, pemimpin kelompok warga negara prokemerdekaan Omnium Cultural, dan Jordi Cuixart, pemimpin Dewan Nasional Catalonia (ANC), memiliki puluhan ribu anggota masing-masing dan telah muncul sebagai tokoh kunci dalam krisis Catalonia.
Pengadilan menuduh mereka menghasut demonstrasi besar menjelang referendum kemerdekaan yang dilarang pada 1 Oktober di wilayah berpenduduk 7,5 juta jiwa yang memiliki bahasa dan budaya sendiri itu.
"Negara melakukan provokasi," ujar juru bicara pemerintah Catalonia, Jordi Turull, setelah keputusan pengadilan, kemarin.
Merespons penahanan pemimpin mereka, kedua kelompok tersebut dengan marah meminta orang-orang Catalonia untuk melakukan demonstrasi, dengan sebuah rencana yang dijalankan pada Selasa (17/10) waktu setempat.
"Saya meminta masyarakat Catalonia melakukan demonstrasi damai besok (Selasa, 17/10)," kata Jordi Bosch, Sekretaris Jenderal Omnium Cultural.
Seruan untuk melakukan aksi protes disebar di media sosial dengan demonstrasi yang direncanakan di Catalonia dan luar negeri, termasuk London. Beberapa orang berhenti bekerja sebentar pada tengah hari untuk menyerukan 'pembebasan tahanan politik' tersebut.
Tuntut pembebasan
Ratusan pendukung kemerdekaan berkumpul di luar kantor pemerintah Catalonia. Sebagian dari mereka menyanyikan lagu kebangsaan wilayah tersebut dan mengusung spanduk bertuliskan 'Bebaskan tahanan politik'.
Sebelum diciduk, Jordi Cuixart merekam pesan video yang akan ia rilis hanya jika dia ditahan. "Jika Anda menonton video ini, itu karena negara telah memutuskan untuk menolak kebebasan saya," ujar Cuixart di video itu.
Ia menambahkan organisasinya akan bekerja 'di bawah tanah' dan mengambil langkah damai untuk melanjutkan perjuangan mereka.
Kepala polisi Catalonia, Josep Lluis Trapero, juga hadir di pengadilan dengan tuduhan menghasut, dan terancam hukuman 15 tahun penjara .
Dia dituduh telah mendo-rong demonstrasi dan gagal menghentikan referendum meski dia diizinkan bebas.
Putusan terhadap Cuixart dan Sanchez dikeluarkan di tengah upaya keras pemerintah Spanyol untuk mengatasi krisis terburuk sejak negeri itu kembali ke demokrasi pada 1977 setelah kematian diktator Francisco Franco.
Madrid memperingatkan pemimpin separatis Catalonia, Carles Puigdemont, bahwa dia hanya memiliki waktu tiga hari untuk 'kembali ke legalitas' setelah dia menolak untuk mengatakan apakah dia akan mengumumkan kemerdekaan segera setelah referendum dilarang pengadilan dan Madrid.
Puigdemont awalnya dipe-rintahkan untuk memberikan jawabannya pada Senin (16/10), namun menunda diri memberi jawaban pasti.
Dia sebaliknya malah meminta pembicaraan dengan PM Mariano Rajoy. Madrid telah memberinya tenggat hingga Kamis (19/10) kepada Puigdemont untuk memberikan kejelasan. (AFP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved