Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
AKIBAT ancaman nuklir yang kian akut dalam beberapa dasawarsa, International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN), yang kemarin memenangi Nobel Perdamaian, mendesak komunitas internasional untuk memusnahkan senjata atom dari muka bumi sepenuhnya.
Organisasi yang berbasis di Jenewa itu selama satu dekade terakhir telah membunyikan alarm mengenai bahaya besar yang ditimbulkan senjata nuklir dan berkampanye untuk larangan global.
ICAN meraih kemenangan signifikan pada Juli tahun ini ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi sebuah perjanjian baru yang melarang senjata nuklir.
Namun, dengan upaya pelucutan persenjataan nuklir dunia yang masih jauh dari harapan, ICAN tidak bergantung pada apa yang telah mereka menangkan. "Kami belum selesai... Pekerjaan ini tidak dikatakan selesai hingga senjata nuklir hilang," ujar kepala ICAN, Beatrice Fihn, pekan ini.
Dengan merujuk pada kebuntuan nuklir saat ini antara Washington dan Pyongyang sebagai 'peringatan untuk bertindak', Fihn berkeras, melucuti 15 ribu atau lebih senjata nuklir di dunia merupakan sebuah tuntutan mendesak.
"Senjata nuklir memiliki risiko untuk mengakhiri dunia secara keseluruhan," kata warga Swedia itu, yang menangani ICAN pada 2014.
"Selama senjata-senjata itu ada, risikonya akan tetap mengintai, dan akhirnya keberuntungan kita akan sirna," kata Fihn.
Sejak didirikan di Wina, Austria, pada 2007 di sela-sela konferensi internasional mengenai perjanjian nonproliferasi nuklir, ICAN tanpa kenal lelah memobilisasi pegiat dan selebritas dalam kampanye antinuklir.
ICAN bekerja sama dengan 468 organisasi nonpemerintah di 101 negara. (AFP/Hym/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved