Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Pasukan Irak berhasil merebut kembali Kota Hawija, salah satu dari dua benteng terakhir yang dikuasai kelompok Islamic State (IS), setelah melalui serangan gencar selama dua pekan. Dengan direbutnya kota itu, kini tinggal satu kota di Lembah Efrat dekat dengan perbatasan Suriah yang harus direbut dari kelompok IS.
“Saya mengumumkan pembebasan Kota Hawija,” kata Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi dalam konferensi pers di Paris, Prancis, kemarin. “Kini yang tersisa adalah kota di jalur perbatasan dengan Suriah,” ujarnya.
Al-Abadi berada di Paris untuk bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (5/10) guna membahas kampanye memerangi IS.
Pengumuman direbutnya kota itu juga telah dilakukan komandan operasi tersebut, Letnan Jenderal Abdel Amir Yarallah. “Pasukan, polisi, dan paramiliter membebaskan seluruh pusat Hawija dari IS dan terus melanjutkan kemajuan ini,” kata dia.
Pemerintah dan pasukan sekutu melancarkan ofensif bulan lalu untuk mengusir IS dari Hawija, sebuah benteng pemberontak yang sudah lama ada.
Hawijah, yang terletak 230 kilometer di utara Baghdad, merupakan kota Sunni yang paling akhir direbut IS pada 2014. Sejak itu, Hawija menjadi basis pemberontak,sehingga dijuluki ‘Kandahar di Irak’. Julukan itu diberikan karena perlawanan sengit IS seperti halnya perlawanan sengit Taliban yang terjadi di Kandahar, Afghanistan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pekan ini sekitar 12.500 orang telah melarikan diri dari Hawija sejak diluncurkannya serangan untuk merebut kembali kota itu dan daerah sekitarnya bulan lalu.
Kantor urusan kemanusiaan PBB mengatakan jumlah orang yang masih berada di kota tersebut tidak diketahui, tetapi diperkirakan mencapai 78 ribu orang.
PBB mengatakan badan-badan kemanusiaan telah mendirikan pos-pos pemeriksaan, kamp-kamp, dan tempat-tempat darurat yang mampu menerima lebih dari 70 ribu orang yang dapat melarikan diri.
Dewan Pengungsi Norwegia mengatakan banyak dari mereka yang tiba di kamp tidak lebih dari hanya dengan pakaian yang melekat di tubuh.
“Selain teror yang mereka alami selama bertahun-tahun di bawah kendali kelompok IS, banyak keluarga yang tiba mengalami kekurangan gizi,” kata pelaksana tugas manajer area, Silvia Beccacece.
Juru bicara koalisi Ryan Dillon memuji kemajuan terakhir tersebut di akun media sosial Twitter miliknya. Ia mengatakan pasukan Irak terus menghancurkan IS di Hawija dan janji Al-Abadi untuk membebaskan semua wilayah Irak dan untuk membersihkannya dari teroris sudah semakin dekat.
IS telah dipaksa keluar dari sebagian besar wilayah yang mereka jarah di Irak dan Suriah. Pekan lalu, mereka telah digulingkan dari Anna, satu dari tiga kota yang masih ada di Lembah Efrat, dan pasukan Irak bersiap maju ke dua arah lainnya, yakni Rawa dan Al-Qaim. (AFP/Arv/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved