Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Penutur Inggris dan Prancis Bentrok

03/10/2017 09:59
Penutur Inggris dan Prancis Bentrok
(AFP/REINNIER KAZE)

Sedikitnya tujuh orang tewas di wilayah penutur Inggris di Kamerun pada akhir pekan ketika kelompok separatis mendeklarasikan kemerdekaan secara simbolis.

Se­orang pejabat dan saksi mata mengatakan tentara me­nembak mati se­ti­daknya delapan orang dan melukai se­jumlah orang lainnya di daerah-daerah berbahasa Inggris, Minggu (1/10), saat demonstrasi aktivis yang menyerukan kemerdekaan dari pemerintah ma­yoritas penutur Prancis.

Para anggota separatis memilih 1 Oktober, ulang tahun pe­­nyatuan kembali bagian wilayah Kamerun penutur Inggris dan penutur Prancis, untuk menyatakan kemerdekaan bagi ‘Ambazonia’, nama negara yang ingin mereka ciptakan.

Sejak November, kaum penutur Prancis yang minoritas telah berdemonstrasi menentang diskriminasi yang mereka rasakan. Demonstrasi telah menjadi ujian bagi Presiden Paul Biya yang telah memerintah selama 35 tahun.

Pemerintah mengerahkan pasukan keamanan pada akhir pekan di wilayah berbahasa Inggris, terutama Buea di barat daya dan Bamenda, kota utama di barat laut.

Menurut seorang sum­ber medis, beberapa orang dirawat di rumah sakit di Bamenda setelah bentrokan antara demonstran dan polisi. “Setidaknya satu orang terlu­ka oleh tembakan langsung di Bamenda yang situasinya sangat tegang,” kata seorang sumber yang dekat dengan pemerintah setempat kepada AFP.

“Pasukan keamanan harus menggunakan gas air mata dan terkadang tembakan untuk membubarkan pemrotes,” kata sumber itu. (AFP/Hym/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya