Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Sedikitnya tujuh orang tewas di wilayah penutur Inggris di Kamerun pada akhir pekan ketika kelompok separatis mendeklarasikan kemerdekaan secara simbolis.
Seorang pejabat dan saksi mata mengatakan tentara menembak mati setidaknya delapan orang dan melukai sejumlah orang lainnya di daerah-daerah berbahasa Inggris, Minggu (1/10), saat demonstrasi aktivis yang menyerukan kemerdekaan dari pemerintah mayoritas penutur Prancis.
Para anggota separatis memilih 1 Oktober, ulang tahun penyatuan kembali bagian wilayah Kamerun penutur Inggris dan penutur Prancis, untuk menyatakan kemerdekaan bagi ‘Ambazonia’, nama negara yang ingin mereka ciptakan.
Sejak November, kaum penutur Prancis yang minoritas telah berdemonstrasi menentang diskriminasi yang mereka rasakan. Demonstrasi telah menjadi ujian bagi Presiden Paul Biya yang telah memerintah selama 35 tahun.
Pemerintah mengerahkan pasukan keamanan pada akhir pekan di wilayah berbahasa Inggris, terutama Buea di barat daya dan Bamenda, kota utama di barat laut.
Menurut seorang sumber medis, beberapa orang dirawat di rumah sakit di Bamenda setelah bentrokan antara demonstran dan polisi. “Setidaknya satu orang terluka oleh tembakan langsung di Bamenda yang situasinya sangat tegang,” kata seorang sumber yang dekat dengan pemerintah setempat kepada AFP.
“Pasukan keamanan harus menggunakan gas air mata dan terkadang tembakan untuk membubarkan pemrotes,” kata sumber itu. (AFP/Hym/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved