Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Evakuasi massal di sebuah Pulau Vanuatu yang terancam oleh gunung berapi dipercepat dari jadwal, kemarin, sekalipun para pakar mengatakan gunung tersebut mulai stabil.
Beragam jenis armada mulai taksi air sampai kapal pendarat besar dikerahkan untuk mengangkut ribuan orang dari Pulau Ambe ke pulau-pulau sekitarnya di kepulauan Pasifik tersebut.
Sebanyak 11 ribu penduduk Ambae, pulau di utara kepulauan Pasifik, telah diperintahkan untuk pergi setelah gunung berapi Manaro Voui bergemuruh dan mengeluarkan hujan batu dan abu pekan lalu.
Evakuasi ke pulau-pulau terdekat dijadwalkan selesai pada Jumat (6/10) ini. Namun, Palang Merah mengatakan kemungkinan akan selesai lebih cepat, yakni Rabu (4/10).
“Anda memiliki sejumlah besar kapal yang memindahkan 11 ribu orang dari Ambae ke tiga pulau di sekitarnya. Untuk sebuah negara, ini operasi yang sangat besar,” ujar juru bicara Palang Merah Joe Cropp.
Sebagian besar penduduk pulau tersebut telah berlindung di pusat-pusat evakuasi sejak gunung berapi tersebut pertama kali mengirimkan uap dan abu sekitar sepekan lalu.
Mereka berangkat dari tiga lokasi pantai dan titik di tepi barat Ambae telah menyelesaikan evakuasi, kemarin. Palang Merah mengantarkan air ke pulau itu setelah abu gunung berapi mengontaminasi persediaan air bersih.
“Sementara itu, evakuasi tertib masih menjadi prioritas bagi mereka yang tersisa, perhatian sekarang beralih ke sumber daya yang tegang di pulau-pulau tempat orang-orang dipindahkan,” kata Cropp. (AFP/Arv/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved