Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Setelah setengah abad mengangkat senjata, kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Nasional (ELN) memulai gencatan senjata bersejarah, kemarin. Gencatan senjata ini akan berlangsung hingga 9 Januari tahun depan.
Gencatan senjata itu menjadi pencapaian terbesar dari perundingan damai demi mengakhiri konflik terpanjang di wilayah Amerika Selatan itu yang dilakukan sejak Februari oleh kedua belah pihak di Quito, Ekuador.
Pemimpin ELN, Nicolas Rodriguez, memerintahkan pasukannya untuk menghentikan semua jenis kegiatan ofensif untuk mematuhi sepenuhnya gencatan senjata bilateral sejak pukul 00.01 Minggu (1/10).
“Mulai saat ini, dan seperti diperintahkan komandan kita Nicolas Rodriguez, ELN akan memenuhi sepenuhnya gencatan senjata,” ungkap kelompok itu melalui Twitter, Sabtu (30/9) tengah malam.
Pada saat yang sama, militer Kolombia harus menangguhkan operasi terhadap gerilyawan. Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, berharap gencatan senjata dapat menjadi langkah awal mencapai perdamaian dengan kelompok pemberontak tersebut.
Pemantau dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, pemerintah, pemberontak, dan gereja Katolik akan memverifikasi kepatuhan tiap-tiap pihak di lapangan dan berusaha menyelesaikan perselisihan pendapat.
Sebelumnya, pemerintah mengamankan pelucutan senjata FARC (Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia), pasukan gerilya tertua dan paling kuat di kawasan itu. (AFP/Arv/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved