Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Filipina Rodrigo Duterte menolak bekerja sama dengan jaksa khusus penyelidikan antikorupsi khusus atas tudingan sumber kekayaan tidak jelas. Dia bahkan bersumpah tidak akan tunduk pada jaksa itu.
Pekan lalu, Ombudsman Filipina mengatakan pihaknya menyelidiki klaim akun-akun rekening bank Duterte yang memiliki ratusan juta peso atau jutaan dolar. Duterte gagal mengungkapkan rekening-rekening itu seperti yang diwajibkan undang-undang.
Presiden berusia 72 tahun itu menanggapi dengan menyerang Ombudsman, menyebut mereka agensi payah dan mengatakan tuduhan itu ialah kebohongan tidak berdasar.
“Saya tidak akan tunduk pada yurisdiksi (Ombudsman). Menggelar bukti palsu, meletakkannya di depan publik, kemudian Anda ingin saya tunduk pada yurisdiksi Ombudsman,” tegas Duterte pada Sabtu (30/9) malam.
Pernyataan Duterte itu bertolak belakang dengan pernyataan juru bicaranya yang menyebut presiden menghormati Ombudsman dan memercayai ketidakberpihakannya.
Pada Sabtu (30/9), Duterte mengakui keluarganya memiliki properti dan bisnis termasuk pabrik es dan galangan kapal serta menambahkan almarhum ayahnya pernah menjabat sebagai gubernur provinsi.
“Secara keseluruhan itu tidak akan melampaui 40 juta peso, atau US$785 ribu, tabung-an seumur hidup saya. Sebagian dari itu ialah warisan,” kata Duterte yang yakin rakyat Davao mengetahui propertinya.
Duterte memenangi pemilihan presiden pada tahun lalu dan memulai kebijakan hukum yang brutal dan antikorupsi.
Selama kampanye, Duterte mengaku berasal dari keluarga miskin dan menjalani gaya hidup sederhana demi mendongkrak citranya yang mewakili rakyat biasa.
Namun, sebelum pemilihan presiden, senator oposisi Antonio Trillanes telah mengajukan penyelidikan atas penggelapan dana pemerintah selama lebih dari dua dekade Duterte menjabat sebagai wali kota di Kota Davao. (AFP/Ire/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved