Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Langkah Maju Referendum Catalunya

01/10/2017 10:57
Langkah Maju Referendum Catalunya
()

SEPARATIS Catalunya terus melangkah maju menggelar re­ferendum kemerdekaan meski dilarang pemerintah Spanyol. Mereka menduduki puluhan sekolah yang dipilih sebagai tempat pemungutan suara pada Sabtu (30/9) agar polisi tidak dapat berkutik.

“Dalam situasi yang sangat intens dan emosional ini, kami merasakan yang awalnya kami pikir hanya mimpi, akan tercapai,” ungkap Pemimpin Catalunya Carles Puigdemont, Jumat (29/9) malam.

Madrid telah berulang kali memperingatkan pihak-pihak yang membantu tahap referendum akan terkena dampak.

Pengadilan juga telah meme­rintahkan polisi mencegah penggunaan bangunan umum untuk persiapan referendum.

Namun, Presiden Majelis ­Nasional Catalunya Jordi Sanchez mengungkapkan ruang publik tidak dapat digunakan untuk referendum pada Minggu (1/10) sesuai dengan perintah ­pengadilan, tetapi tidak ada larangan kegiatan pada Jumat dan Sabtu.

“Kami telah mengusulkan warga untuk mengatur dan melakukan banyak kegiatan untuk menghidupkan ruang-ruang ini saat referendum berlangsung pada Minggu,” lanjutnya.

Salah satunya SMA Joan ­Brossa, Barcelona, yang mengumumkan serangkaian kegiatan untuk ­Jumat dan Sabtu, termasuk pe­mutaran film, pertandingan ­sepak bola, dan kelas zumba.

Juru bicara Kepolisian ­Catalunya Jordi Turull menyebut akan ada 2.315 tempat pemungutan suara di seluruh ­wilayah.

Otoritas telah menyita barang-barang terkait dengan pemilihan umum dan jaksa menuntut penutupan lokasi yang berhubungan dengan referendum serta penahanan anggota kunci tim penyelenggara referendum.

Akan tetapi, penahanan itu dikecam FC Barcelona yang bermarkas di Camp Nou, dekat Catalunya. Kecaman diwujudkan dalam pernyataan yang berisi ‘pembelaan negara, demokrasi, kebebasan berbicara, dan penentuan nasib sendiri’.

Klub sepak bola itu memang mendukung referendum tanpa secara terbuka meminta pemisah­an diri dari Spanyol.

“Pernyataan itu sebagai tanggapan atas tekanan kuat dari penggemar mereka,” kata sejarawan Catalunya Carlos Vinas.

Pada Mei lalu, El Barca menandatangani manifesto yang mendukung referendum tersebut, tapi berulang kali ditolak pemerintah pusat.

“Sejak berdirinya, Barca telah mencerminkan gagasan sosial dan politik Catalunya,” kata ­antropolog olahraga di Universitas Pompeu Fabra.

Barca akan menjadi tuan rumah saat menjamu Las Palmas dalam pertandingan La Liga Spanyol pada hari ketika refe­rendum berlangsung. Meski akan tetap fokus bertanding, pemain belakang Barca Gerard Pique meminta semua pihak memilih dengan damai.

“Jangan memberi mereka alas­an apa pun, itu yang mereka inginkan, dan kami akan menyanyi dengan nyaring dan jelas. #Wewillvote,” kicaunya di ­Twitter. (AFP/Ire/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya