Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGELA Merkel, 63, akan menjabat kanselir Jerman untuk keempat kalinya setelah memenangi pemilihan umum, Minggu (24/9). Meski demikian, kemenangan itu dinyatakan terendah sejak 1949.
Koalisi konservatif Uni Demokratik Kristen (CDU) dan Uni Sosial Kristen (CSU) yang mendukung Merkel hanya berhasil menggaet 33% suara.
Padahal, pada 2013, partai pendukung Merkel itu berhasil meraup 41,5% suara.
Pesaing terdekat Merkel, Partai Sosial Demokrat (SPD) dengan kandidat Martin Schulz, berada di posisi kedua dengan perolehan suara 21% atau turun 4,7% dari perolehan 2013. Perolehan itu juga merupakan terendah sejak 1940.
“Ini hari yang sulit dan getir bagi pendukung sosial demokrat di Jerman. Kita tidak mencapai target,” kata Schulz kepada pendukungnya, kemarin.
Sementara itu, kabar mengejutkan datang dari partai ultrakanan, Alternatif fuer Deutschland (AfD). Partai yang antiimigrasi dan anti-Islam itu berhasil memenangi kursi pertama mereka sejak Perang Dunia II. Partai itu akan menjadi partai terbesar ketiga di parlemen, dengan perolehan suara yang lebih besar daripada dua partai kiri, Partai Hijau dan Die Linke.
Kepada para pendukungnya, Merkel yang telah 12 tahun memegang jabatan kanselir sebenarnya berharap mendapatkan hasil yang lebih baik.
Merkel menyebut kesuksesan partai ultrakanan itu sebuah tantangan bagi rakyat Jerman. Menurutnya, penting untuk mendengarkan tuntutan mereka dan coba memenangi kembali para pemilihnya.
“Tentu saja kami berharap hasil yang lebih baik. Namun, kami tidak boleh lupa bahwa kami baru saja menyelesaikan periode pemilihan legislatif yang sangat menantang. Jadi, kami senang telah mencapai tujuan strategis di kampanye kali ini,” tutur Merkel yang memulihkan popularitasnya sejak 2015 dengan mengizinkan lebih dari 1 juta migran dan pengungsi muslim masuk ke Jerman.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi orang pertama yang memberi selamat kepada Merkel dan berjanji kedua mitra utama Eropa itu akan terus bekerja sama.
Pendukung ‘Nazi’
Pendukung AfD yang berkumpul di sebuah kelab di Berlin bersorak saat televisi publik melaporkan hasilnya. Mereka pun menyanyikan lagu kebangsaan Jerman. Di luar kelab, ratusan demonstran berkumpul sambil berteriak, “Nazi keluar!”
Demonstrasi skala kecil juga terjadi di kota-kota lainnya.
Partai ultrakanan berusia empat tahun itu memiliki hubungan dengan Front Nasional Prancis sayap kanan. Mereka kerap dijauhi arus utama Jerman, tapi dapat mendapat dukungan mantan komunis di Jerman Timur.
Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel pun menyebut ‘Nazi asli’ memasuki parlemen karena para kandidat menggunakan kampanye yang membuat pemilih menolak kaum populis.
Kandidat AfD, Alexander Gauland, telah meminta rakyat Jerman untuk menumpahkan rasa bersalah mereka atas dua perang dunia dan Holocaust serta bangga dengan veteran mereka.
Gauland berjanji partainya akan memberikan oposisi keras terhadap pemerintahan Merkel yang baru. “Kami akan memburu mereka, kami akan memburu Merkel atau siapa pun,” ujarnya. (AFP/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved