Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Belum pulih dari trauma akibat gempa dahsyat yang mengguncang Meksiko Selasa (19/9) lalu, sebuah gempa susulan kembali mengguncang kota itu. Warga yang merasakan guncangan gempa susulan kini berada dalam kepanikan.
Gempa susulan yang terjadi pada Sabtu (23/9) menghentikan seluruh operasi penyelamatan para korban yang masih hilang akibat tertimbun reruntuhan bangunan-bangunan bertingkat.
Sejak Selasa, tim penyelamat terus berupaya menemukan korban hilang yang masih bernyawa di balik puing-puing.
Kota Meksiko City dan kota-kota di negara bagian pada Selasa diguncang gempa berkekuatan 7,1 pada skala Richter. Bencana itu menewaskan lebih dari 300 orang serta merobohkan 39 bangunan.
Pada Sabtu, di tengah upaya mencari para korban yang masih hilang, gempa susulan berkekuatan lebih kecil yakni 6,1 pada skala Richter kembali mengguncang negara itu. Meski kekuatan gempa susulan lebih kecil, warga semakin panik akibat trauma gempa sebelumnya.
Saat alarm berbunyi, ratusan warga terkejut dan berhamburan ke jalan-jalan untuk menyelamatkan diri. Sejumlah orang terpaksa bertelanjang kaki berlari mencari tempat yang aman.
Yang lain terlihat membawa anak-anak mereka yang menangis karena ketakutan. Trauma akibat gempa sebelumnya masih tampak jelas di raut wajah mereka.
“Ya Tuhan, kasihanilah kami,” seru Teresa Martinez, 74, yang berdiri di jalan raya bersama para wanita lain.
Mereka menangis sambil memanjatkan doa. Menurut laporan media setempat, saat gempa susulan terjadi, dua wanita meninggal karena serangan jantung. Mereka yang meninggal ialah seorang wanita lanjut usia berumur sekitar 80 tahun dan satu lagi berusia 52 tahun.
Otoritas Meksiko mengatakan dua warga juga tewas di negara bagian selatan Oaxaca yang menjadi pusat gempa susulan.
Gempa susulan juga mengambrukkan sebuah jembatan di dekat Kota Juchitan, Oaxaca.
Di Meksiko City, gempa membuat bangunan bergoyang. “Kali ini kami tidak merasakan tanah bergerak. Mungkin karena gempa sebelumnya, kami mulai terbiasa,” kata Pablo Martinez seraya mengapit anak perempuannya yang berusia 6 tahun.
Bagi para keluarga korban gempa pertama, gempa susulan dikhawatirkan bisa menyebabkan puing-puing berat yang menutupi korban yang selamat dan sedang menunggu pertolongan menjadi bergeser dan menimbulkan bahaya bagi mereka yang terjebak serta tim penyelamat.
Namun, petugas penyelamat dengan cepat mengevakuasi para korban di lima lokasi. Wali Kota Meksiko City, Miguel Angel Mancera, mengatakan sekitar 30 orang mungkin dapat ditemukan kemarin.
Itu akan menambah jumlah korban yang dapat diselamatkan. Sebelumnya, tim penyelamat telah mengevakuasi 69 orang. (AFP/Arv/I-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved