Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Warga Jerman memberikan suara dalam pemilihan umum, kemarin, yang diperkirakan akan mendudukkan kembali Angela Merkel sebagai kanselir untuk keempat kalinya. Pemilu juga bakal menciptakan sejarah bagi partai ultranasionalis Alternative for Germany (AfD) jika mendapat kursi untuk pertama kalinya dalam 60 tahun.
Merkel diperkirakan bakal menyamai rekor mentornya, Helmut Kohl, yang berkuasa selama 16 tahun. Survei menunjukkan aliansi CDU/CSU yang dipimpinnya akan unggul dua digit atas pesaing terdekat, Partai Sosial Demokratik (SPD) yang dipimpin Martin Schulz.
Survei terbaru menunjukkan dukungan bagi blok konservatif yang dipimpin Merkel meraup 34%-36% suara, sedangkan SPD mengikuti dengan perolehan suara 21-22%.
Partai anti-Islam dan anti-imigran AfD diperkirakan bakal mendapat 11%-13% suara dan bakal menjadi partai terkuat ketiga di Jerman. Namun, langkah partai ini untuk memasuki pemerintahan bakal sulit lantaran partai-partai utama menolak berbicara dengannya.
Menlu Sigmar Gabriel menyebut AfD sebagai ‘Nazi baru’ memasuki Bundestag untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II. Para politisi memanfaatkan hari-hari terakhir mereka untuk berkampanye menyeru para pemilih untuk tidak mendukung AfD.
“Alternatif bagi Jerman ialah tidak ada alternatf. Mereka malu dengan negeri kami,” kata mantan Kepala Parlemen Eropa Schulz dalam rally yang digelar Jumat.
Para pemilih Jerman sendiri hingga pemilu digelar masih ragu. Pollsters mengatakan bahwa banyak pemilih tetap ragu sampai detik terakhir. Termasuk Bernhard Sommerfeld, penjual buku berusia 62 tahun, yang baru memberikan suaranya pada kemarin pagi di Berlin setelah pembukaan tempat pemungutan suara pada pukul 08.00.
“Saya benar-benar ragu-ragu. Saya tidak tahu partai mana yang harus saya pilih,” kata Sommerfeld.
Jens Schubert, manajer orkestra, juga mengatakan pemilihan ini sangat sulit baginya. “Saya biasanya memilih partai yang sama dari spektrum kiri, tapi kali ini saya memilih partai yang berbeda,” kata pria berusia 54 tahun itu di Berlin’s Mitte. (AP/Arv/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved