Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
REGU penyelamat menemukan delapan jasad warga negara asing di balik reruntuhan bangunan akibat gempa yang mengguncang Meksiko, Selasa (19/9).
Pengadilan tinggi Meksiko yang mendapatkan informasi dari tim forensik tentang jasad-jasad tersebut merinci empat di antara jenazah tersebut ialah perempuan asal Taiwan serta satu perempuan warga Panama. Korban lainnya ialah tiga pria, masing-masing asal Korea, Spanyol, dan Argentina.
Meski menyebut kewarganegaraan para korban, pengadilan setempat tidak memberikan informasi detail tentang lokasi dan waktu penemuan kedelapan jasad. Saat gempa berkekuatan 7,1 pada skala Richter terjadi, bangunan-bangunan bertingkat roboh dan menewaskan sekitar 300 warga. Seperti di kota Meksiko City, gempa merobohkan 39 bangunan tua.
Bangunan-bangunan tersebut dikenal sebagai tempat menginap favorit bagi para turis asing yang melancong ke Meksiko.
Sejauh ini tim forensik sudah mengidentifikasi 65 dari ratusan jasad. Satu dari 65 jasad tersebut sudah dikembalikan kepada keluarga.
Salah satu jasad yang belum dapat diidentifikasi tim forensik ialah jenazah perempuan yang ditarik dari reruntuhan di kawasan Condesa.
Tim penyelamat saat ini sedang bekerja keras untuk menemukan korban lain di balik reruntuhan. Mereka berpacu melawan waktu untuk mencari korban yang masih bernyawa.
Tanda kehidupan
Menurut tim penyelamat, hingga kemarin mereka masih mendapatkan laporan adanya tanda-tanda kehidupan di beberapa tempat. Dalam merespons hal itu, Kepala Manajemen Agensi Bencana Alam Nasional, Luis Felipe Puente, meminta petugas penyelamat bekerja tanpa kenal lelah.
Dia mengingatkan semakin lama proses pencarian akan makin berdampak buruk terhadap para korban. “Ini akan menjadi malam yang sulit karena proses pencarian menghabiskan banyak waktu,” kata Puente.
Menurutnya, tim penyelamat memang telah melakukan upaya terbaik. Namun, bangunan yang sulit diterobos membuat evakuasi menjadi berat. “Namun, kami akan tetap berusaha maksimal demi keluarga dan saudara kami,” ungkapnya.
Saat ini ribuan warga mengkhawatirkan keselamatan keluarga mereka. Mereka khawatir ada anggota keluarga yang terperangkap di dalam reruntuhan bangunan.
Untuk meredam kegelisahan warga, Puente memastikan otoritas Meksiko tidak akan menggunakan buldozer dalam membersihkan puing-puing bangunan sebelum tim penyelamat yakin sudah tidak ada lagi korban yang selamat.
Hingga kini, waktu 72 jam yang ditargetkan untuk mengevakuasi korban sudah terlewati. Menurut para ahli, durasi selama tiga hari ialah batas maksimal untuk menyelamatkan para korban yang terperangkap di reruntuhan.
Sebabnya, mereka hanya dapat bertahan hidup selama 72 jam tanpa air dan makanan. Apalagi para korban menderita luka dan patah tulang. Di lain hal, keluarga korban hanya bisa berharap saat menyaksikan tim penyelamat bersusah payah melakukan pencarian di dalam puing bangunan. Pemerintah Meksiko mengirimkan psikolog ke tempat evakuasi untuk mendampingi keluarga para korban.
Psikolog Penelope Exzacarias mengungkapkan telah memulai konseling di area evakuasi. “Keluarga korban masih sangat berharap, tapi kami para psikolog mulai memberikan konseling dengan konteks dukacita kepada mereka,” tutur Exzacarias. (AFP/*/I-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved