Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Serangan Terhadap Masjid Syiah Afghanistan Tewaskan 29 Orang

MIOL/Antara
02/8/2017 08:05
Serangan Terhadap Masjid Syiah Afghanistan Tewaskan 29 Orang
(AFP/Hoshang Hashimi)

SERANGAN bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di kota Herat, Afghanistan barat, pada Selasa (1/8) menewaskan lebih dari 29 orang dan melukai lebih dari 64 orang. Pejabat keamanan menyebutkan serangan kali ini merupakan tindakan paling keji ketika warga sedang melaksanakan salat.

Lebih dari 1.700 warga sipil tewas dalam serangan teror di Afghanistan sepanjang tahun ini, sehingga menurunkan kepercayaan terhadap pemerintahan Presiden Ashraf Ghani yang didukung Barat.

Abdulhai Walizada, juru bicara polisi setempat, mengatakan bahwa tampaknya terdapat lebih dari satu orang pelaku penyerangan yang beraksi pada serangan Selasa itu.

Seorang saksi mata mengatakan terdapat seorang pelaku bom bunuh diri yang meledakkan bahan peledak dan setidak satu orang pelaku lainnya, seorang pria bersenjata yang melemparkan granat ke arah jemaah yang tengah salat.

"Dua penyerang memasuki masjid dan mulai menembak serta melempar granat ke sekumpulan orang," kata Mohammad Adi, seorang jemaah di masjid itu yang terluka dalam serangan tersebut, dan dilarikan ke rumah sakit.

Mohammad Asif Rahimi, Gubernur Herat, mengatakan setidaknya 29 orang tewas dan 64 lagi terluka dalam insiden itu, yang terjadi dua bulan setelah serangan terhadap sebuah masjid kuno peninggalan abad ke-12, yang dikenal dengan nama Masjid Jama di Herat, di mana tujuh orang tewas dalam insiden tersebut.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun Taliban, yang berusaha untuk menerapkan hukum Islam garis keras dan mengusir pasukan asing keluar dari Afghanistan, membantah terlibat dalam serangan itu.

Presiden Ghani, yang pemerintahannya mendapat tekanan karena memburuknya keamanan di seluruh negeri, mengutuk aksi pemboman tersebut dan meminta para pemuka agama untuk "menyerukan suara menentang serangan teroris ".

Afghanistan secara tradisional relatif bebas dari kekerasan sektarian yang umum terjadi di Irak atau Suriah, namun kelompok garis keras Sunni setempat berulang kali menyerang kaum minoritas Hazara dan minoritas Syiah pada tahun lalu.

Serangan terkini terjadi setelah pemerintah AS mempertimbangkan akan mengirim lebih banyak tentara ke Afghanistan untuk mendukung koalisi gabungan pimpinan NATO dan membantu pasukan keamanan Afghanistan.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya