Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

AS Jatuhkan Sanksi Atas Kemenangan Presiden Maduro

MIOL
01/8/2017 08:34
AS Jatuhkan Sanksi Atas Kemenangan Presiden Maduro
(AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump akhirnya memenuhi janjinya menjatuhkan sejumlah sanksi kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Senin (31/7) sebagai respons atas keputusan Caracas menggelar pemungutan suara untuk memilih lembaga legislatif baru (konstituante).

Penjatuhan sanksi itu adalah kebijakan paling keras pemerintahan Presiden Trump yang sempat menyebut pemungutan suara pada Ahad di Venezuela, yang dimenangi pihak Maduro, sebagai pemilu yang "memalukan."

Sanksi kepada Maduro itu tidak meliputi hal-hal terkait minyak, meski pemerintah Amerika Serikat masih
mempertimbangkannya, kata sejumlah sumber di Kongress dan seorang sumber lain di Gedung Putih.

Dalam sanksi tersebut, semua aset Maduro yang berada di bawah yuridiksi Washington telah dibekukan. Selain itu, warga AS juga dilarang untuk melakukan hubungan bisnis dengannya, kata Kantor Aset Luar Negeri, Kementerian Keuangan Amerika Serikat.

"Dengan menjatuhkan sanksi kepada Maduro, AS telah menegaskan sikap penentangan kami terhadap kebijakan-kebijakan rezim Maduro dan dukungan terhadap rakyat Venezuela yang tengah berupaya mengembalikan demokrasi dalam kehidupan bernegara," kata Menteri Keuangan, Steven
Mnuchin, dalam pernyataan tertulis.

Dia mengatakan bahwa semua orang yang terlibat di dalam lembaga legislatif baru di Venezuela berpotensi akan menjadi subjek sanksi lebih lanjut dari Amerika Serikat, karena dianggap merusak demokrasi di negara tersebut.

Di Caracas pada Senin (31/7), Maduro merayakan kemenangan pemilihan umum lembaga legislatif
baru, yang diperkirakan akan semakin mengonsolidasikan kekuasaan Partai Sosialis. Dia membantah kritik AS terhadap pemungutan suara sebagai penghinaan terhadap demokrasi. Baca juga: Trump Ancam Sanksi Ekonomi untuk Venezuela

Sanksi-sanksi untuk Maduro berpotensi akan diikuti oleh sanksi lain yang menyasar pejabat senior pemerintahan Venezuela dan juga sektor minyak negara tersebut. Kebijakan lanjutan itu akan bergantung pada bagaimana pemerintah Venezuela mengimplementasikan pembentukan kongres baru.

Pemerintahan Presiden Donald Trump juga mempertimbangkan sanksi terhadap Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, dan orang nomor dua di Partai Sosialis, Diosdado Cabello, kata sejumlah pejabat Gedung Putih kepada Reuters.

Namun demikian, sejumlah pengamat mengatakan bahwa sanksi kepada individu tidak akan berdampak besar pada kebijakan Maduro. Menurut mereka, sanksi yang lebih luas di sektor minyak dan finansial merupakan cara yang terbaik untuk mengubah pemerintahan Venezuela.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya