Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Menjelang Pemilu, Ribuan Penduduk Venezuela Mengungsi

Indah Hoesin
26/7/2017 16:44
Menjelang Pemilu, Ribuan Penduduk Venezuela Mengungsi
(AFP PHOTO / Luis Acosta)

RIBUAN penduduk Venezuela memenuhi perbatasan dan bergerak melintas menuju negara tetangga, Kolombia. Ini dilakukan mereka untuk menghindari kerusuhan dan kekerasan menjelang pemilihan umum kontroversial yang akan digelar pemerintah akhir pekan ini.

Sambil membawa koper yang bermuatan lebih, kebanyakan dari mereka mencari perlindungan di negara tetangga. Sementara yang lain memilih kembali setelah memperoleh makanan dan persediaan dasar yang tidak ada di Venezuela.

"Kami harus memajukan perjalanan kami karena pemilihan Minggu (30/7). Jujur saja, kami tidak tahu apa yang akan terjadi, jadi agar aman kami lebih memilih untuk pergi," ujar salah satu penduduk, Maria de los Angeles Pichardo.

Perempuan 29 tahun tersebut bersama suami dan anak laki-lakinya telah berhasil melintasi pos perbatasan Villa del Rosario dan mengaku akan menuju Peru.

Kekhawatiran penduduk dipicu oleh usulan sebuah pemilihan yang diajukan oleh Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, untuk memilih 545 anggota Majelis Konstituante yang nantinya bertugas untuk menulis ulang konstitusi.

Rencana tersebut telah ditanggapi dengan protes dan demonstrasi massa di seluruh Venezuela yang didukung oleh oposisi. Oposisi khawatir itu akan semakin memperkuat kekuasaan Maduro dan mendesak pemilihan presiden baru segera digelar sebagai jalan keluar dari krisis.

Terdapat kekhawatiran bahwa kekerasan mematikan dari demonstrasi anti-Maduro yang telah berlangsung selama empat bulan dan telah menewaskan lebih dari 100 orang akan semakin meningkat.

Selain itu ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menjatuhkan sanksi ekonomi jika pemilihan tersebut dilakukan, akan menjadi langkah yang menghancurkan negara yang sudah dalam krisis ekonomi ini.

Kepada Dinas Migrasi Kolombia, Christian Krueger, mengatakan bahwa pemerintah negaranya telah memiliki 'rencana cadangan' yang siap untuk menghadapi berbagai skenario, termasuk eksodus besar-besaran penduduk Venezuela.

Sementara banyak penduduk Venezuela melihat Kolombia sebagai batu loncatan untuk ke negara lain, menurut Krueger sekitar 300-350 ribu orang Venezuela telah tinggal di Kolombia dengan sebagian besar tanpa dokumen residensi yang layak.

Seorang pemimpin oposisi, dalam sebuah video pada Rabu (26/7) menyerukan militer agar menarik dukungannya untuk rencana Maduro dalam menulis ulang konstitusi.

Leopoldo Lopez yang ditempatkan di tahanan rumah sejak awal bulan ini setelah hampir tiga setengah tahun mendekam di sebuah penjara militer. "Saya mengundang Anda untuk tidak menjadi kaki tangan pemusnahan republik ini, untuk penipuan konstitusional, untuk represi," ujar Lopez dalam sebuah video yang dibuat dari rumahnya dan diposting di media sosial, Twitter.

Militer bersama pengadilan telah menjadi pilar utama dukungan bagi Maduro selama krisis yang menimpa Venezuela. Lopez juga meminta penduduk Venezuela untuk terus melakukan demonstrasi dan bersikeras bahwa pemerintah tidak akan berhasil karena tekad dan keyakinan yang ditunjukkan penduduk. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya