Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

RI Dorong Pemulihan Hak Beribadah di Masjid Al Aqsa

Christian Dior Simbolon
24/7/2017 18:15
RI Dorong Pemulihan Hak Beribadah di Masjid Al Aqsa
(MI/Panca Syurkani)
PEMERINTAH Indonesia mendorong pemulihan hak beribadah bagi umat Islam di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Saat ini, Masjid Al Aqsa dipasangi detektor logam oleh pemerintah Israel menyusul penembakan terhadap dua polisi Israel dalam bentrokan berdarah pada 14 Juli lalu.

"Kita bergerak kepada hal teknis, terutama mengenai masalah pemuliham hak-hak beribadah. Karena itu menjadi konsen kita menyusul dibatasinya hak-hak beribadah umat Islam di Masjid Al Aqsa," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/7).

Seperti diberitakan, tiga orang Arab-Israel bersenjata senapan otomatis dan pisau menembak mati dua petugas polisi yang bertugas di sana. Para pelaku kemudian melarikan diri ke Masjid Al-Aqsa dan Kubah Shakhrah sebelum ditembak oleh petugas keamanan.

Pemerintah Israel berdalih memasang detektor logam sebagai upaya mengantisipasi hal serupa terjadi. Namun demikian, Israel juga membatasi umat muslim yang hendak beribadah di Masjid Al Aqsa.

Sikap keras Israel yang membabi buta tersebut mengakibatkan kawasan Tepi Barat dan Jerusalem kembali memanas pada Jumat (21/7) waktu setempat. Bentrokan antara pasukan Israel dan warga Palestina menewaskan tiga orang warga Palestina dan melukai ratusan orang lainnya.

Bentrokan terjadi setelah kementerian Israel memutuskan untuk tidak memindahkan detektor logam yang dipasang di pintu masuk Masjid Al-Aqsa yang berada di kompleks Haram al-Sharif.

Terkait upaya Indonesia, Menlu Retno mengatakan, ia telah menghubungi sejumlah menteri luar negeri negara sahabat guna membahas memanasnya situasi di Masjid Al Aqsa. Ia juga menghubungi Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI) Yousef Al-Othaimeen guna mendorong OKI menggelar pertemuan khusus menyikapi situasi di sana.

Ini adalah kiblat pertama umat Islam karena itu sensitivitasnya sangat tinggi. Semua menyampaikan konsernnya. Ada kekhawatirkan jika eskalasi tidak dapat diturunkan maka dampaknya akan lebih banyak dan luas lagi," ujar Retno.

Nasib bangsa Palestina, tegas Retno, merupakan salah satu perhatian utama RI dan menjadi jantung politik luar negeri Indonesia sesuai mandat konstitusi. Karena itu, Kemenlu akan terus berkomunikasi dengan negara-negara sahabat guna meredakan tensi di Al Aqsa. "Setiap napas politik luar negeri kita selalu ada Palestina. Kita berada di garis terdepan membantu perjuangan Palestina,” tandasnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya