Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Tekan Israel Bisa Dengan Edukasi Rakyat dan Masyarakat Internasional

Irene Harty
23/7/2017 21:00
Tekan Israel Bisa Dengan Edukasi Rakyat dan Masyarakat Internasional
((AP Photo/Ariel Schalit))

LANGKAH Indonesia dengan menjalin komunikasi politik dengan negara-negara yang memiliki pengaruh dengan Israel dan organiasasi negara Islam untuk menekan nagara Yahudi tersebut dinilai sudah tepat. Yang tidak kalah poenting ialah tindakan lanjutan, Indonesia diharapkan mampu mengedukasi rakyat dan masyarakat internasional untuk memengaruhi sikap Israel yang cenderung brutal dalam menangani konflik dengan rakyat Palestina.

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran Bandung, Teuku Rezasyah mengungkapkan tindakan-tindakan lanjutan yang dapat dilakukan pemerintah Indonesia juga dunia untuk terus menekan Israel atas perbuatannya terhadap warga Palestina di Kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem Timur patut diperjuangkan.

"Peristiwa itu dihubungkan dengan potret serupa di dalam negeri. Apa yang terjadi di Kompleks Masjid Al Aqsa menjadi contoh buruk akibat masyarakat yang terkotak-kotak," tutur Reza kepada Media Indonesia, Minggu (23/7).

Dia melanjutkan, pemerintah Indonesia dapat membuat suatu informasi kepada masyarakat bahwa terjadi eskalasi pembinasaan penduduk di sana. Masyarakat dicerdaskan sehingga ada pemahamam umum bahwa perbuatan itu biadab.

"Masjid-masjid dapat menjadikan ini suatu imbauan bersama bahwa terjadi suatu tindak kejahatan yang tidak dapat dibenarkan secara kemanusian dan kita punya peranan besar untuk bertanggung jawab. Lalu, kita arahkan ke dalam negeri, kita mensyukuri adanya persatuan," lanjutnya.

Masyarakat internasional juga dapat diberikan pemahaman 'bermain cantik' dengan tidak menggunakan produk-produk internasional Israel termasuk produk-produk Israel di industri negara mereka yang mendukung pelanggaran HAM.

"Kita menggunakan komunikasi dan mengharapkan kecerdasan masyarakat untuk tidak menggunakan produk-produk Israel karena sulit untuk mengisolasi Israel karena industri keuangan dan kesehatan dikuasai mereka," jelasnya.

Indonesia juga dapat memprakarsai KTT luar biasa di kalangan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan sama-sama membuat resolusi do PBB agar perbuatan Israel dapat benar-benar ditindak. Di kalangan OKI, pernyataan diplomatik bersama dibutuhkan untuk menentang holocaust oleh Israel.

"Penekanan terhadap Israel dari dunia tidak ada ujungnya maka dalam momentum negara sedang berkembang, PBB perlu diperkuat sehingga masuk negara-negara baru. Dengan restrukturisasi, kuasa tidak hanya dipegang lima negara besar," tukasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya