Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Bentrokan di Yerusalem Picu Ketegangan Lebih Tinggi

Antara/MIOL
23/7/2017 10:23
Bentrokan di Yerusalem Picu Ketegangan Lebih Tinggi
(AFP/AHMAD GHARABLI)

ISRAEL mengirim pasukan tambahan ke wilayah Tepi Barat dan petugas kepolisian untuk membubarkan kerumunan warga Palestina yang melawan dengan melempari batu di Yerusalem. Kekhawatiran dunia internasional meningkat terhadap kekerasan paling mematikan antara kedua belah pihak selama beberapa tahun belakangan ini.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa satu warga Palestina tewas dalam bentrokan terpisah di pinggiran kota, menambah jumlah korban tewas, dalam peristiwa bentrokan yang telah berlangsung dua hari belakangan ini, menjadi tujuh orang. Namun pernyataan tersebut tidak memberikan rincian sebab dari kematiannya.

Tiga warga Israel ditikam hingga tewas pada Jumat (21/7), ketika mereka tengah menyantap makan malam di permukiman Tepi Barat. Beberapa jam sebelumnya, tiga warga Palestina tewas dalam kekerasan yang dipicu oleh pemasangan pelacak logam oleh Israel, pada titik masuk kawasan bukit rumah suci di
Kota Tua Yerusalem.

Rusia, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang disebut sebagai kuartet penengah perdamaian Timur Tengah, mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa mereka "sangat prihatin dengan meningkatnya ketegangan dan bentrokan kekerasan yang terjadi di dan sekitar Kota Tua Yerusalem," dan meminta kedua pihak untuk menahan diri.

Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan untuk membahas situasi di Yerusalem pada Senin (24/7) mendatang. "Swedia, Mesir dan Perancis mendesak pertemuan tersebut untuk segera mendiskusikan bagaimana upaya untuk mendukung pengurangan ketegangan di Yerusalem," kata Koordinator Dewan Keamanan Swedia, Carl Skau.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan penghentian semua hubungan resmi dengan Israel sampai alat deteksi logam di kawasan bukit rumah suci, yang di dalamnya terdapat masjid Al-Aqsa, dibongkar.

Kabinet keamanan Israel dijadwalkan akan melaksanakan sidang hari ini dan diperkirakan akan membahas langkah-langkah keamanan alternatif yang dapat digunakan untuk mengganti pelacak logam, ujar dua orang pejabat Israel.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo, Sabtu (22/7), mengecam pembatasan beribadah yang diberlakukan Israel di Masjid Al-Aqsa.

"Indonesia mengecam keras. Sekali lagi Indonesia mengecam keras pembatasan beribadah di Masjid Al-Aqsa dan juga Indonesia mengecam keras jatuhnya 3 korban jiwa yang baru saja saya mendapat informasi," ujar Jokowi seusai acara peletakan batu pertama Musem Muhammadiyah di Universitas Ahmad Dahlan di Yogyakarta, Sabtu siang.

Selain itu, pemerintah Indonesia menurut Jokowi juga meminta Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menginstruksikan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk segera menggelar sidang dalam menyikapi kondisi terkini di Kompleks Masjid Al-Aqsa.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya