Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Trump Diisukan Adakan Pembicaraan Khusus 'Rahasia' dengan Putin di G-20

Indah Hoesin
19/7/2017 16:03
Trump Diisukan Adakan Pembicaraan Khusus 'Rahasia' dengan Putin di G-20
((AP Photo/Evan Vucci))

SEORANG pejabat Gedung Putih mengakui bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin telah melakukan 'pembicaraan tambahan' di akhir pertemuan puncak G-20 yang digelar di Hamburg, Jerman bulan ini.

Pejabat yang tidak disebutkan namanya ini mengatakan setelah sapaan singkat pada awal pertemuan G-20 dan dua jam pertemuan bilateral bersama menteri luar negeri (menlu) masing-masing negara, Trump dan Putin juga melakukan pembicaraan pada saat makan malam.

"Ada makan malam yang hanya pasangan ini saja di G-20. Menjelang akhir, presiden berbicara kepada Putin saat makan malam," ujarnya.

Pengakuan pejabat ini kemudian menimbulkan pertanyaan terkait apa yang kedua pemimpim negara adidaya itu bicarakan, siapa saja yang hadir, dan mengapa pertemuan tersebut tidak diberitakan sebelumnya.

Pemerintahan Trump sendiri tengah dalam tekanan setelah penasihat presiden dituding berkolusi dengan Rusia untuk memenangkan pemilihan 2016.

Anak tertua Trump, Donald Jr, juga baru-baru ini menambah masalah sang ayah dengan tersebarnya surel yang menunjukkan dirinya mengadakan pertemuan dengan tokoh Kremlin selama kampanye, yang berharap menemukan kelemahan Hillary Clinton.

Trump pada Selasa (18/7) malam waktu setempat segera menanggapi pernyataan tersebut melalui media sosial Twitter miliknya. "Berita palsu tentang makan malam rahasia dengan Putin adalah 'gila'. Semua pemimpin G-20, dan pasangan mereka, diundang oleh Kanselir Jerman. Media tahu itu!," tulis Trump.

"Berita palsu menjadi semakin dan semakin tidak benar! Bahkan makan malam yang diatur untuk 20 pemimpin negara di Jerman dibuat agar terlihat jahat!".

Sementara itu, pejabat Gedung Putih lainnya membantah telah terjadi 'pertemuan kedua' antara Trump dan Putin. "Tuduhan bahwa Gedung Putih mencoba untuk 'menyembunyikan' pertemuan kedua adalah palsu, jahat dan tidak masuk akal," ujarnya.

"Saat makan malam, Presiden Trump duduk di antara Akie Abe, istri Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe, dan Juliana Awada, istri Presiden Argentina, Mauricio Macri. Melania Trump duduk di samping Presiden Putin".

"Selama makan malam, semua pemimpin membaur di seluruh ruangan dan berbicara satu sama lain dengan leluasa. Presiden Trump berbicara dengan banyak pemimpin selama makan malam. Ketika makan malam selesai, Presiden Trump pergi menemui Melania, di sanalah dia berbicara sebentar dengan Presiden Putin," ujar pejabat tersebut.

Dia juga membantah bahwa Trump tidak didampingi pejabat AS lainnya dan menggunakan penerjemah Putin. "Setiap pasangan diperbolehkan membawa satu penerjemah. Penerjemah Amerika yang mendampingi Presiden Trump berbicara bahasa Jepang. Ketika Trump berbicara kepada Presiden Putin, kedua pemimpin tersebut menggunakan penerjemah Rusia karena penerjemah Amerika itu tidak berbicara bahasa Rusia".

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Michael Anton juga mengatakan bahwa itu bukanlah pertemuan. "Pembicaraan selama makan penutup seharusnya tidak disebut sebagai pertemuan," ujarnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya