Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Pengungsi Capai 65,6 Juta

20/6/2017 07:45
Pengungsi Capai 65,6 Juta
(AP/SAM MEDNICK)

KONFLIK, kekerasan, dan penganiayaan yang berlangsung secara besar-besaran di beberapa negara, seperti Suriah dan Sudan Selatan, telah menyebabkan 65,6 juta orang kehilangan tempat tinggal.

Hal itu terungkap dalam laporan Badan Urusan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR).

Menurut UNHCR, jumlah itu meningkat drastis, yaitu 300 ribu jiwa ketimbang akhir 2015.

Jika dibandingkan dengan akhir 2014, jumlahnya lebih tinggi enam juta.

"Ini angka tertinggi sejak UNHCR mulai melakukan pencatatan," kata Kepala UNHCR, Filippo Grandi.

Laporan yang diterbitkan menjelang Hari Pengungsi Sedunia itu menunjukkan jumlah warga yang telah meninggalkan rumah mereka pada tahun lalu melonjak tajam, yakni 10,3 juta orang.

Sebagian di antara mereka, berjumlah 3,4 juta orang, mengungsi dengan melintasi perbatasan internasional.

"Dari jumlah itu berarti satu orang menjadi pengungsi untuk setiap 3 detik," tuturnya.

Pada akhir 2016, terdapat sekitar 40,3 juta pengungsi di dunia atau turun sedikit dari jumlah di tahun sebelumnya sebanyak 40,8 juta jiwa.

Negara penyumbang pengungsi terbesar ialah Suriah, Irak, dan Kolombia.

Menurut UNHCR, konflik selama enam tahun di Suriah telah menyebabkan lebih dari 5,5 juta orang menjadi pengungsi, termasuk 825 ribu jiwa pada tahun lalu.

Hal itu menjadikan Suriah sebagai penyumbang pengungsi terbesar di dunia.
Grandi menambahkan di masa depan situasi akan semakin memburuk karena kondisi perang di Sudan Selatan.

Dia mengingatkan perang di Sudan Selatan akan mendongkrak jumlah pengungsi jika solusi tidak segera dicari.

"Di Sudan Selatan, krisis pengungsi akan menjadi yang paling cepat di dunia," paparnya.

Perang sipil Sudan Selatan yang dimulai pada Desember 2013 telah menyebabkan puluhan ribu orang tewas dan memaksa hampir sepertiga penduduk negara itu, yakni 3,7 juta orang, mengungsi.

Secara keseluruhan, menurut UNHCR, populasi pengungsi dari negara termuda di dunia tersebut membengkak 85% ketimbang tahun lalu atau mencapai 1,4 juta jiwa pada akhir 2016.

"Sejak itu jumlah mereka terus bertambah setengah juta orang lagi. Jumlah pengungsi terus meningkat setelah upaya perdamaian pada Juli lalu gagal tercapai," ujar Grandi.

Selain Suriah dan Sudan Selatan, UNHCR menyebutkan sejumlah negara yang turut menyumbang pengungsi, yaitu Afghanistan, Irak, dan Sudan.

Di era sebelumnya, penyumbang pengungsi terbesar ialah Palestina.

Kini, setelah hampir 70 tahun orang-orang Palestina melarikan diri dari Israel, masih terdapat sekitar 5,3 juta warga Palestina tinggal di kamp-kamp pengungsian.

Perang telah memisahkan mereka dari rumah dan keluarga. (AFP/Ihs/I-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya