Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BOM diskon belanja daring yang dipromosikan besar-besaran oleh lebih dari 130 e-commerce di Indonesia dalam rangka Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), 10-12 Desember, rupanya tak sedikit meninggalkan rasa kecewa. Tidak sedikit konsumen yang merasa diskon yang ditawarkan vendor e-commerce sudah dimanipulasi.
Egir, 28, salah satu konsumen saat Harbolnas merasa dibodohi lantaran barang yang diidamkannya mencantumkan harga berkali lipat dari harga referensi sehingga saat mendapat diskon, harga barang sama saja dengan harga di pasaran.
"Mana ada harga Play Station (PS) 4 Rp10 juta, diskon 50% jadinya Rp4,5 juta. Ya, memang harga pasarannya segitu," ungkap Egir kepada Media Indonesia, kemarin. Harga pasaran PS 4, menurutnya, berkisar Rp4,4 juta-Rp4,7 juta di pusat elektronik pada umumnya.
Barang lain seperti Iphone 6 dibanderol Rp15 juta di salah satu toko daring. Setelah didiskon hampir 50% harganya jadi Rp8 juta, selisih sedikit dari harga normal Iphone 6 di pasaran. "Kagak usah Harbolnas, kalau kita ke Roxy, juga harganya segitu," sungut Egir.
Keluhan lain disampaikan Gaby, 23. Ia menyebut pakaian yang dijual dengan diskon gede di toko daring ialah stok lama yang modelnya sudah ketinggalan. "Kalau modelnya masih hit, diskon dikit doang, malah enggak diskon.
"Saat menanggapi hal itu, Direktur Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Zahir berpendapat praktik-praktik seperti itu termasuk penipuan atau pengelabuan terhadap konsumen yang melanggar pasal UU Perlindungan Konsumen.
"Prinsipnya melanggar UU Perlindungan Konsumen. Bisa dikenai sanksi. Misalnya, kita tahu barang itu harganya tidak sesuai dengan harga referensi, mestinya bisa diperjuangkan mendapat diskon berdasarkan harga referensi," kata dia via sambungan telepon.
Husna menekankan momentum Harbolnas itu berprinsip sama dengan model diskon akbar lainnya. "Intinya konsumen tetap harus aware terhadap segala macam penawaran. Jangan sampai karena diskon kita tak bisa compare. Kalau ada barang tidak sesuai, tetap harus dilakukan pengusutan," tukasnya.
CEO Lazada Indonesia Magnus Ekborn mengakui pihaknya sudah mendeteksi adanya praktik kecurangan semacam ini. Selain menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen yang menjadi korban dari manipulasi diskon ini, Lazada, menurutnya, telah melakukan tindakan tegas dengan menonaktifkan rekanan yang terbukti mengatrol harga pradiskon.
Di sisi lain, Harbolnas cukup sukses menggenjot transaksi daring nasional. Lalu lintas kunjungan dan permintaan meningkat 300% dari hari biasa. "Semoga ke depan kami bisa lebih membantu teman-teman UKM dalam berjualan dan bisa memberi kenyamanan berbelanja kepada konsumen," tutup Ketua Panitia Harbolnas 2015 Indra Yonathan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved