KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) menargetkan penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas pada 2035 hingga 80%.
Target itu penting sebagai upaya pemerintah meningkatkan kemanan dan kenyamanan berkendara di Indonesia.
Itu disampaikan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat memberikan sambutan pada acara penganugerahan Indonesia Road Safety Award (IRSA) yang diselenggarakan PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) dan didukung Media Indonesia, di Jakarta, Kamis (3/12).
Jonan menyampaikan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya telah melakukan beberapa aksi seperti pembatasan kecepatan berkendara, kampanye kelengkapan alat-alat berkendara, dan kelengkapan komponen-komponen kendaraan.
"Sehingga pada 2019 mendatang, kami berusaha agar paling tidak angka fatalitas kecelakaan lalu lintas bisa turun sampai 50% dari angka saat ini," tuturnya.
Dia pun berencana mengajukan peningkatan alokasi anggaran untuk peningkatan keamanan dan keselamatan berlalu lintas hingga mencapai Rp12 triliun atau lebih.
Menurutnya, besaran anggaran yang ada saat ini masih cukup kecil.
"Kalau tidak salah (anggaran) kami dapat Rp1 triliun-Rp2 triliun, masih cukup kecil. Makanya, tahun depan, kalau disetujui, kami mau mengajukan lebih," tutup Jonan.
Pada kesempatan sama, Direktur Utama PT Adira Insurance Indra Baruna mengatakan, sebagai kalangan swasta, pihaknya akan terus berkontribusi untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan angka keselamatan berkendara seperti dengan memberikan penghargaan IRSA.
Penghargaan tersebut diberikan kepada kota atau kabupaten terbaik dalam hal penerapan program-program terkait dengan keselamatan berkendara di jalan atau road safety.
"Ini program CSR (corporate social responsibility) perusahaan yang dilakukan sejak 2013 dan akan terus terlaksana setiap tahunnya sebagai bentuk program berkesinambungan," ujar Indra. Lima komponen IRSA pada tahun ini diikuti 16 kabupaten/kota di Indonesia.
Sebanyak 12 kabupaten/kota di antaranya ditetapkan sebagai finalis, yaitu Kota Surabaya, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Balikpapan, Kota Probolinggo, dan Kota Tasikmalaya.
Untuk finalis kelompok kabupaten terpilih yakni Kabupaten Jepara, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Karanganyar.
Acara penganugerahan akhirnya memutuskan terdapat dua kota dan dua kabupaten yang memenuhi kualifikasi untuk keluar sebagai juara utama, yaitu Kota Surabaya, Kota Balikpapan, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Hulu Sungai Kudus.
"Kategori yang diberikan ialah kota dan kabupaten dengan jumlah penduduk di atas dan di bawah satu juta, dan setiap kategori mempunyai lima komponen penentu kemenangan," terang Indra.
Lima komponen itu ialah manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, dan penanganan pra dan pascakecelakaan.
"Semoga dengan program ini, kami bisa membantu semakin meningkatan kesadaran masyarakat dalam berkendara yang aman dan nyaman," pungkas Indra. (H-2)