Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melontarkan pesan tajam mengenai arah pendidikan nasional. Ia menegaskan bahwa sekolah bukan satu-satunya penentu masa depan anak, melainkan keluarga yang menjadi fondasi krusial dalam mencetak generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Fajar saat menghadiri Pengajian Syawal Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Ngawi sekaligus meresmikan TK ABA unggulan di Kabupaten Ngawi, Sabtu (4/4/2026). Ia menyoroti fenomena melimpahnya informasi digital yang justru menjadi tantangan besar bagi tumbuh kembang anak jika tidak dibarengi pendampingan orang tua.
“Keluarga adalah kunci. Penentu kualitas generasi masa depan ada di rumah masing-masing. Di tengah derasnya arus informasi, kehadiran orang tua menjadi sangat penting dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar anak,” tegas Fajar Riza Ul Haq.
Fajar menekankan bahwa literasi dini harus dimulai dari interaksi di rumah. Mengutip kajian World Bank dalam buku Building Human Capital Where It Matters (2026), ia menjelaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak hanya lahir dari bangku kelas, tetapi dipupuk dari lingkungan rumah, komunitas, dan pengalaman hidup sehari-hari.
Ia juga memuji model pendidikan berbasis keluarga yang diterapkan ‘Aisyiyah melalui konsep Keluarga Sakinah. Menurutnya, pola ini relevan untuk dijadikan rujukan nasional dalam memperkuat karakter anak di luar jam sekolah.
“Pendekatan yang dikembangkan ‘Aisyiyah menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat dimulai dari keluarga. Ini bisa menjadi model yang relevan untuk diperluas,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Fajar mengingatkan bahwa keberhasilan seorang anak tidak boleh hanya diukur dari nilai akademik semata. Merujuk pada riset Harvard University, ia menyebut kebiasaan dan keterampilan hidup (life skills) yang dibangun di rumah memiliki dampak jangka panjang yang lebih signifikan.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyambut baik visi Wamen Dikdasmen. Ia berharap kehadiran pemerintah pusat dapat mempercepat penguatan sarana dan prasarana pendidikan di daerah, khususnya di Ngawi.
Menutup arahannya, Fajar mengajak seluruh elemen bangsa untuk menerapkan prinsip "partisipasi semesta" dalam pendidikan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah adalah harga mati untuk menciptakan SDM yang berdaya saing global pada 2045 mendatang. (RO/Z-10)
Perkembangan teknologi digital, transisi menuju energi berkelanjutan, serta kebutuhan akan tenaga kerja yang adaptif dan kompetitif, menjadi tantangan sekaliğus peluang bagi sektor ini.
AJANG lari Patriot Run Indonesia Emas 2025 akan digelar di Kota Bekasi pada 21 September mendatang.
DALAM beberapa pemberitaan, pemerintah menyatakan bahwa produksi minyak kelapa sawit nasional ditargetkan mencapai 100 juta ton pada tahun Indonesia emas 2045.
TANGGAL 1 Juni 2025, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila.
Tujuannya untuk menarik investasi asing dari beberapa negara, seperti Turki, Tiongkok, dan Eropa yang memiliki minat berinvestasi di bidang air di Tanah Air.
Psikolog Vera Itabiliana ungkap rahasia anak tetap tumbuh hangat dan empatik meski keluarga kurang ideal. Cukup satu figur kunci ini.
Ada kekhawatiran di kalangan orangtua terhadap penurunan moral anak, maraknya kasus kekerasan, perundungan, hingga pelecehan yang kini menjadi perhatian serius.
KEHADIRAN sosok ayah memiliki dampak yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Peran ayah tidak boleh hilang untuk anaknya, meskipun orangtuanya bercerai.
Sampai saat ini, berbagai hasil penelitian dengan menggunakan data yang masif menunjukkan bahwa urutan kelahiran tidak berpengaruh nyata terhadap kepribadian anak.
Kak Seto mengatakan sudah bukan eranya orang tua bertindak seperti bos pada anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved