Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Sentil Arus Informasi, Wamen Fajar Riza Ul Haq: Orang Tua adalah Benteng Literasi Anak

 Gana Buana
04/4/2026 15:52
Sentil Arus Informasi, Wamen Fajar Riza Ul Haq: Orang Tua adalah Benteng Literasi Anak
Wamen Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq tegaskan peran vital keluarga dalam membentuk karakter anak demi Indonesia Emas 2045.(Dok. Kemendikdasmen)

WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melontarkan pesan tajam mengenai arah pendidikan nasional. Ia menegaskan bahwa sekolah bukan satu-satunya penentu masa depan anak, melainkan keluarga yang menjadi fondasi krusial dalam mencetak generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pernyataan tersebut disampaikan Fajar saat menghadiri Pengajian Syawal Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Ngawi sekaligus meresmikan TK ABA unggulan di Kabupaten Ngawi, Sabtu (4/4/2026). Ia menyoroti fenomena melimpahnya informasi digital yang justru menjadi tantangan besar bagi tumbuh kembang anak jika tidak dibarengi pendampingan orang tua.

“Keluarga adalah kunci. Penentu kualitas generasi masa depan ada di rumah masing-masing. Di tengah derasnya arus informasi, kehadiran orang tua menjadi sangat penting dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar anak,” tegas Fajar Riza Ul Haq.

Fajar menekankan bahwa literasi dini harus dimulai dari interaksi di rumah. Mengutip kajian World Bank dalam buku Building Human Capital Where It Matters (2026), ia menjelaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak hanya lahir dari bangku kelas, tetapi dipupuk dari lingkungan rumah, komunitas, dan pengalaman hidup sehari-hari.

Ia juga memuji model pendidikan berbasis keluarga yang diterapkan ‘Aisyiyah melalui konsep Keluarga Sakinah. Menurutnya, pola ini relevan untuk dijadikan rujukan nasional dalam memperkuat karakter anak di luar jam sekolah.

“Pendekatan yang dikembangkan ‘Aisyiyah menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat dimulai dari keluarga. Ini bisa menjadi model yang relevan untuk diperluas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Fajar mengingatkan bahwa keberhasilan seorang anak tidak boleh hanya diukur dari nilai akademik semata. Merujuk pada riset Harvard University, ia menyebut kebiasaan dan keterampilan hidup (life skills) yang dibangun di rumah memiliki dampak jangka panjang yang lebih signifikan.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyambut baik visi Wamen Dikdasmen. Ia berharap kehadiran pemerintah pusat dapat mempercepat penguatan sarana dan prasarana pendidikan di daerah, khususnya di Ngawi.

Menutup arahannya, Fajar mengajak seluruh elemen bangsa untuk menerapkan prinsip "partisipasi semesta" dalam pendidikan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah adalah harga mati untuk menciptakan SDM yang berdaya saing global pada 2045 mendatang. (RO/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya