Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Fadli Zon Sebut Lukisan Purba Muna Bukti Jejak Peradaban Tertua Dunia dari Indonesia

Widjajadi
26/3/2026 16:23
Fadli Zon Sebut Lukisan Purba Muna Bukti Jejak Peradaban Tertua Dunia dari Indonesia
Menbud Fadli Zon melakukan orasi budaya di tengah kegiatan Gelar Kebudayaan Karya Anak Bangsa yang diselenggarakan UNS.(MI/Widjajadi)

INDONESIA diyakini memiliki jejak peradaban paling tua di dunia seiring ditemukannya lukisan purba berusia sekitar 67.800 tahun di Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Temuan tersebut dinilai memperkuat posisi Nusantara sebagai salah satu pusat awal perkembangan peradaban manusia.

Penegasan itu disampaikan Menteri Kebudayaan, Dr. Fadli Zon, saat memberikan orasi budaya dalam acara “Gelar Budaya dan Karya Anak Bangsa” yang diselenggarakan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam rangka Dies Natalis ke-50. Kegiatan berlangsung di Auditorium Haryo Mataram, Kampus UNS, Kamis (26/3/2026) siang.

Menurut Fadli Zon, seni cadas atau lukisan gua purba tersebut menunjukkan bahwa jejak peradaban di Nusantara dimungkinkan lebih tua dibandingkan temuan serupa di Afrika maupun China, sekaligus menjadi kontribusi penting Indonesia bagi sejarah dunia.

“Jejak lukisan purba berusia 67.800 tahun ini menjadi pesan lintas zaman, bahwa di Nusantara manusia sudah berpikir simbolik, berimajinasi, bahkan mampu mengekspresikan diri pada fase paling awal perjalanan peradaban,” tukas menteri yang juga politisi Partai Gerindra itu dalam orasi budaya yang dihadiri alumni Fakultas Sastra UNS.

Ia menyatakan Kementerian Kebudayaan bersama para pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk terus mempelajari, melindungi, mengembangkan, serta memanfaatkan warisan budaya tersebut secara bertanggung jawab.

Lukisan cadas purba di Liang Metanduno telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature pada awal 2026 sebagai hasil kerja sama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Griffith University Australia. Kekayaan budaya di Pulau Muna dinilai menjadi tonggak penting dalam memahami perkembangan peradaban Nusantara.

Menurut Fadli Zon, temuan itu membuktikan bahwa daya cipta, imajinasi simbolik, serta ekspresi budaya telah hadir sejak era prasejarah di wilayah kepulauan Indonesia.

“Jejak peradaban yang kita punya itu tentu mendorong dunia untuk membaca ulang peta kebudayaan dan sejarah peradaban manusia dari perspektif lebih utuh dan inklusif, yang memperkuat posisi Indonesia khususnya wilayah Wallacea sebagai satu episentrum kreativitas simbolik manusia,” kata dia.

Lebih Tua dari Lukisan Purba Dunia Lainnya

Ia menegaskan penelitian terhadap lukisan purba berupa stensil tangan di Liang Metanduno akan terus didalami untuk memperkaya ilmu pengetahuan global sekaligus mengukuhkan Indonesia sebagai wilayah dengan jejak peradaban sangat tua dan memiliki mega diversity budaya.

Hasil penelitian menunjukkan lukisan tersebut lebih tua sekitar 1.100 tahun dibanding lukisan purba di Spanyol, serta lebih tua 16.600 tahun dibanding seni cadas kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, yang sebelumnya telah dipublikasikan.

“Tentu ini bukan sekadar kabar baik bagi sains, tetapi juga kabar besar bagi kebudayaan Indonesia dan kontribusi kita bagi dunia. Sesuai Pasal 32 UUD 45, bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, dengan menjamin kebebasan masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya,” ujarnya disambut aplaus tamu undangan.

Penguatan Kebijakan Pemajuan Kebudayaan

Kementerian Kebudayaan menempatkan temuan tersebut sebagai mandat konstitusional sekaligus bagian dari kerangka kebijakan nasional pemajuan kebudayaan. Di bawah kepemimpinannya, kebudayaan disebut semakin mandiri dengan berbagai penemuan kekayaan budaya baru dari Sabang hingga Merauke.

Pada kesempatan yang sama, Fadli Zon juga mengapresiasi penyelenggaraan Gelar Budaya dan Karya Anak Bangsa oleh UNS. Dalam rangkaian kegiatan tersebut turut digelar pentas wayang beber tani serta pameran budaya sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas budaya nasional. (WJ/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya