Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPERGIAN Prof. Biruté Mary Galdikas pada Selasa (24/3/2026) tidak hanya meninggalkan duka bagi Indonesia, tetapi juga bagi sejarah sains global. Biruté adalah anggota terakhir dari kelompok yang dikenal sebagai The Trimates (kadang disebut Leakey's Angels), tiga ilmuwan perempuan yang dikirim ke pelosok dunia untuk mengungkap rahasia kera besar.
Dibentuk oleh antropolog legendaris Louis Leakey pada akhir 1960-an, The Trimates terdiri dari Jane Goodall, Dian Fossey, dan Biruté Mary Galdikas. Masing-masing dari mereka mendedikasikan hidup untuk satu spesies kera besar di lokasi yang berbeda.
Jane Goodall adalah yang pertama dikirim oleh Leakey pada tahun 1960 ke Gombe Stream, Tanzania. Tanpa gelar sarjana saat itu, Jane melakukan penemuan revolusioner bahwa simpanse bisa membuat dan menggunakan alat—kemampuan yang sebelumnya dianggap hanya dimiliki manusia. Hingga kini, di usia senjanya, Jane tetap aktif sebagai aktivis lingkungan global melalui Jane Goodall Institute.
Dian Fossey memulai studinya tentang gorila gunung di Rwanda pada tahun 1966. Ia dikenal karena pendekatannya yang sangat protektif terhadap habitat gorila dari ancaman pemburu liar. Kisah hidupnya yang tragis—ia ditemukan terbunuh di kamp penelitiannya pada 1985—diabadikan dalam film legendaris Gorillas in the Mist. Perjuangannya berhasil menyelamatkan gorila gunung dari ambang kepunahan.
Biruté Mary Galdikas adalah anggota termuda yang bergabung pada tahun 1971. Ia memilih tantangan tersulit: meneliti orangutan yang soliter di hutan hujan lebat Kalimantan Tengah, Indonesia. Biruté mendirikan Camp Leakey di Tanjung Puting dan menjadi ilmuwan dengan durasi penelitian lapangan terlama dalam sejarah primatologi (lebih dari 50 tahun).
| Nama Tokoh | Spesies Fokus | Lokasi Penelitian |
|---|---|---|
| Jane Goodall | Simpanse | Gombe, Tanzania |
| Dian Fossey | Gorila Gunung | Pegunungan Virunga, Rwanda |
| Biruté Galdikas | Orangutan | Tanjung Puting, Indonesia |
The Trimates tidak hanya memberikan data ilmiah bagi dunia akademis. Mereka adalah pionir yang membuktikan bahwa keterlibatan emosional dan dedikasi total di lapangan adalah kunci konservasi. Mereka mengubah wajah primatologi dari sekadar pengamatan jarak jauh menjadi aksi nyata penyelamatan spesies.
Kini, dengan berpulangnya Biruté Galdikas, tongkat estafet penjagaan kera besar berada di tangan generasi penerus. Namun, nama "The Trimates" akan selalu tercatat sebagai tiga pilar utama yang menyadarkan manusia bahwa kita tidak sendirian di planet ini.
Kabar duka, Prof. Biruté Mary Galdikas meninggal dunia di usia 79 tahun. Simak profil dan dedikasi luar biasa sang pelestari orangutan di Kalimantan.
TOKOH pelestari orangutan ternama, Prof. Biruté Mary Galdikas, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 24 Maret 2026. Ia wafat di Los Angeles Amerika Serikat (AS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved