Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Kepergian Biruté Mary Galdikas Mengakhiri Era The Trimates, Tiga Perempuan Tangguh Pelestari Kera Besar

Putri Rosmalia Octaviyani
25/3/2026 15:01
Kepergian Biruté Mary Galdikas Mengakhiri Era The Trimates, Tiga Perempuan Tangguh Pelestari Kera Besar
The Trimates, tiga sosok pelestari kera besar, Biruté Mary Galdikas, Jane Goodall, dan Dian Fossey.(Dok. Britannica)

KEPERGIAN Prof. Biruté Mary Galdikas pada Selasa (24/3/2026) tidak hanya meninggalkan duka bagi Indonesia, tetapi juga bagi sejarah sains global. Biruté adalah anggota terakhir dari kelompok yang dikenal sebagai The Trimates (kadang disebut Leakey's Angels), tiga ilmuwan perempuan yang dikirim ke pelosok dunia untuk mengungkap rahasia kera besar.

Dibentuk oleh antropolog legendaris Louis Leakey pada akhir 1960-an, The Trimates terdiri dari Jane Goodall, Dian Fossey, dan Biruté Mary Galdikas. Masing-masing dari mereka mendedikasikan hidup untuk satu spesies kera besar di lokasi yang berbeda.

1. Jane Goodall (3 April 1934-1 Oktober 2025): Sang Peneliti Simpanse 

Jane Goodall adalah yang pertama dikirim oleh Leakey pada tahun 1960 ke Gombe Stream, Tanzania. Tanpa gelar sarjana saat itu, Jane melakukan penemuan revolusioner bahwa simpanse bisa membuat dan menggunakan alat—kemampuan yang sebelumnya dianggap hanya dimiliki manusia. Hingga kini, di usia senjanya, Jane tetap aktif sebagai aktivis lingkungan global melalui Jane Goodall Institute.

2. Dian Fossey (16 Januari 1932-26 Desember 1985): Pelindung Gorila Gunung

Dian Fossey memulai studinya tentang gorila gunung di Rwanda pada tahun 1966. Ia dikenal karena pendekatannya yang sangat protektif terhadap habitat gorila dari ancaman pemburu liar. Kisah hidupnya yang tragis—ia ditemukan terbunuh di kamp penelitiannya pada 1985—diabadikan dalam film legendaris Gorillas in the Mist. Perjuangannya berhasil menyelamatkan gorila gunung dari ambang kepunahan.

3. Biruté Mary Galdikas (10 Mei 1946-24 Maret 2026): Bunda Orangutan Kalimantan

Biruté Mary Galdikas adalah anggota termuda yang bergabung pada tahun 1971. Ia memilih tantangan tersulit: meneliti orangutan yang soliter di hutan hujan lebat Kalimantan Tengah, Indonesia. Biruté mendirikan Camp Leakey di Tanjung Puting dan menjadi ilmuwan dengan durasi penelitian lapangan terlama dalam sejarah primatologi (lebih dari 50 tahun).

Perbandingan The Trimates

Nama Tokoh Spesies Fokus Lokasi Penelitian
Jane Goodall Simpanse Gombe, Tanzania
Dian Fossey Gorila Gunung Pegunungan Virunga, Rwanda
Biruté Galdikas Orangutan Tanjung Puting, Indonesia

Warisan yang Melampaui Sains

The Trimates tidak hanya memberikan data ilmiah bagi dunia akademis. Mereka adalah pionir yang membuktikan bahwa keterlibatan emosional dan dedikasi total di lapangan adalah kunci konservasi. Mereka mengubah wajah primatologi dari sekadar pengamatan jarak jauh menjadi aksi nyata penyelamatan spesies.

Kini, dengan berpulangnya Biruté Galdikas, tongkat estafet penjagaan kera besar berada di tangan generasi penerus. Namun, nama "The Trimates" akan selalu tercatat sebagai tiga pilar utama yang menyadarkan manusia bahwa kita tidak sendirian di planet ini.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya