Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SURAT Ad-Duha adalah salah satu surat dalam Al-Qur'an yang berada pada urutan ke-93 dan terdiri dari 11 ayat. Surat ini termasuk surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di kota Makkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Nama Ad-Duha berasal dari kata pada ayat pertama yang berarti waktu duha, yaitu saat matahari mulai naik di pagi hari.
Secara umum, surat ini mengajarkan bahwa Allah selalu memberikan pertolongan dan nikmat kepada hamba-Nya, sehingga manusia dianjurkan untuk selalu bersyukur dan berbuat baik kepada sesama.
Bacaan Arab
Bacaan Latin
Wad-duḥā Wal-laili iżā sajā Mā wadda‘aka rabbuka wa mā qalā Wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ūlā Wa lasaufa yu‘ṭīka rabbuka fa tarḍā Alam yajidka yatīman fa āwā Wa wajadaka ḍāllan fahadā Wa wajadaka ‘āilan fa aghnā Fa ammal-yatīma fa lā taqhar Wa ammas-sā’ila fa lā tanhar Wa ammā bini‘mati rabbika faḥaddith
Artinya
Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah). Dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau dan tidak pula membencimu. Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu)? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).
Surat ini mengajarkan bahwa Allah selalu menyertai hamba-Nya, serta mengingatkan untuk bersyukur, menyayangi anak yatim, dan membantu orang yang membutuhkan. (Z-4)
Sumber: tafsirweb, worldquran
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved