Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
MOMENTUM Hari Air Sedunia 2026 yang bertepatan dengan musim Ramadan dan Lebaran menunjukkan periode saat aktivitas konsumsi rumah tangga di Indonesia meningkat. Laporan Redseer Strategy Consultants mencatat total belanja masyarakat Indonesia selama Ramadan tahun lalu mencapai sekitar Rp1.188 triliun, termasuk untuk berbagai kebutuhan pokok. Dalam dinamika itu, kebutuhan dasar seperti air minum turut menjadi bagian dari struktur belanja rumah tangga. Namun, akses terhadap air minum yang benar-benar aman masih menjadi tantangan.
Data Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS menunjukkan meski lebih dari 90% rumah tangga memiliki akses atas air minum layak, proporsi rumah tangga dengan akses air minum yang aman, dalam arti memenuhi standar kualitas kesehatan, masih di kisaran sekitar 11-12% secara nasional.
Kesenjangan ini terlihat di sejumlah wilayah dan jadi perhatian dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 terkait akses universal terhadap air minum aman dan terjangkau.
Secara global, Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret jadi pengingat air bukan hanya komoditas, melainkan kebutuhan esensial yang berkaitan langsung dengan kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat.
Dalam konteks itu, Air Minum Biru kembali menjalankan program tahunan Gratis Isi 1 Galon Air Minum Biru, yang terus dilakukan selama 5 tahun terakhir dalam rangka Hari Air Sedunia.
Direktur PT Biru Semesta Abadi Yantje Wongso menjelaskan setiap warga berhak mendapat 1 galon air minum secara gratis tanpa syarat pembelian atau transaksi.
Warga hanya membawa botol galon kosong sendiri ke gerai Biru terdekat. Tahun ini program tersebut diadakan pada Minggu, 15 Maret 2026, secara serentak pukul 08.00-12.00 waktu setempat pada 766 gerai yang tersebar di 46 kota dan 15 provinsi di Indonesia.
"Tahun ini pembagian diproyeksikan sekitar 150 ribu galon atau setara 2.850.000 liter air minum dengan estimasi nilai sekitar Rp1,3 miliar. Angka ini meningkat daripada tahun sebelumnya sekitar 1,28 juta liter air minum kepada masyarakat," ujar Yantje, Kamis (12/3/2026).
Dia menyampaikan program ini mengusung semangat #BiruUntukSemua, yang menegaskan air minum berkualitas adalah hak semua orang. Inisiatif ini menempatkan akses air minum sebagai bagian dari tanggung jawab sosial berkelanjutan atau sejalan dengan upaya memperluas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
"Momentum Hari Air Sedunia harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Hari Air Sedunia adalah pengingat akses atas air minum aman merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga secara berkelanjutan. Ini bukanlah isu musiman dan bukan agenda simbolis. Air minum berkualitas adalah fondasi kesehatan dan produktivitas masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan kedekatan momentum tahun ini dengan Ramadan dan Lebaran semakin memperkuat relevansi isu tersebut. “Ramadan memang menjadi periode ketika konsumsi rumah tangga meningkat termasuk kebutuhan air minum. Namun bagi kami, konteks waktunya boleh berubah, urgensinya tetap sama. Air minum berkualitas adalah hak semua masyarakat, kapan pun dan dalam kondisi apa pun. Lewat #BiruUntukSemua yang berjalan selama 5 tahun, kami memastikan komitmen tersebut hadir secara nyata dan konsisten,” paparnya.
Menurutnya, keberlanjutan program selama 5 tahun menunjukkan inisiatif ini bukan respons sesaat atas momentum, melainkan bagian dari tanggung jawab jangka panjang perusahaan dalam memperluas akses air minum yang aman dan terjangkau di Indonesia.
"Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hari Air Sedunia menjadi momen menilai kembali sejauh mana kebutuhan paling esensial masyarakat telah terpenuhi secara merata. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus bergerak, akses atas air minum yang aman bukan lagi kesenjangan, melainkan standar dasar yang setara bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.(H-2)
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penyediaan sarana air bersih di sejumlah wilayah di Indonesia.
Proses pengerjaan pipanisasi dilakukan dengan melibatkan relawan pendamping serta masyarakat setempat secara bergotong royong.
Penyaluran genset berkapasitas 250 kVA ke RSUD Langsa dilakukan untuk memastikan ketersediaan listrik bagi operasional rumah sakit pascabencana.
Jaringan listrik PLN di seluruh wilayah terdampak telah kembali normal. Namun, persoalan krusial masih dihadapi warga, yakni keterbatasan akses air bersih.
Proses ini diklaim mampu menghilangkan zat besi, bau, kekeruhan, serta menonaktifkan bakteri dan virus hingga 99% dalam air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved