Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMAJUAN teknologi dan dukungan regulasi membuat terapi stem cell kini menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan modern bagi orang tua yang memiliki langkah perencanaan kesehatan jangka panjang.
“Perkembangan terapi stem cell yang kini memiliki landasan regulasi nasional menunjukkan regenerative medicine bukan lagi konsep masa depan. Penyimpanan stem cell sejak lahir merupakan bentuk perencanaan kesehatan jangka panjang yang relevan dengan kemajuan ilmu kedokteran saat ini.” ujar Deputy Medical Director PT Cordlife Persada dr Meriana Virtin, Minggu (8/3/2026).
Sebagaimana diketahui, pada 2024 Kementerian Kesehatan mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1395/2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terapi Sel Punca di Bidang Orthopaedi dan Traumatologi.
Keputusan itu menyebutkan saat ini terapi stem cell untuk beberapa kondisi di bidang ortopedi dapat dilakukan di fasilitas kesehatan yang memenuhi standar dan sesuai dengan aturan berlaku.
Dia melanjutkan beberapa penelitian menunjukkan potensi stem cell membantu memperbaiki fungsi tubuh dengan mendukung proses pemulihan jaringan pada kondisi lain seperti stroke dan cerebral palsy. "Meski demikian, terapi ini tetap harus dilakukan sesuai indikasi medis dan di bawah pengawasan dokter yang kompeten di bidangnya," ujarnya.
Menurut dia, jenis stem cell yang banyak diteliti dan digunakan pada bidang ortopedi adalah Mesenchymal Stem Cell (MSC). MSC memiliki kemampuan membantu proses perbaikan dan regenerasi jaringan tubuh yang rusak serta membantu mengurangi peradangan seperti radang sendi (osteoartritis), serta cedera tulang belakang atau osteoporosis.
Ia menambahkan dengan berkembangnya terapi stem cell di Indonesia, penyimpanan darah dan jaringan tali pusat sejak bayi lahir menjadi semakin penting.
"Tali pusat yang biasanya dibuang setelah persalinan sebenarnya adalah sumber MSC dan dapat disimpan secara kriogenik agar sel-selnya tetap hidup sehingga dapat digunakan di masa yang akan datang," pungkasnya. (H-2)
Regenic merupakan pionir dalam pengembangan terapi berbasis sel di Indonesia dan menjadi fasilitas produksi stem cell pertama yang mengantongi sertifikasi CPOB.
LABORATORIUM stem cell, Swiss Biotech, menunjuk Prof. dr. Deby Vinski, sebagai dewan pakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved