Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
International Women's Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret kembali hadir di tahun 2026 dengan pesan yang lebih kuat. Tahun ini menjadi momen refleksi atas 115 tahun gerakan perempuan global yang bermula dari tuntutan buruh di awal abad ke-20 hingga menjadi gerakan keadilan sistemik di era modern.
Untuk tahun 2026, PBB melalui UN Women menetapkan tema "Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls" (Hak. Keadilan. Aksi. Untuk SEMUA Perempuan dan Anak Perempuan). Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan terbaru, perempuan di seluruh dunia rata-rata hanya memiliki 64 persen dari hak hukum yang dinikmati oleh laki-laki.
Fokus utama tahun ini adalah menutup celah antara "hukum yang tertulis" dengan "praktik di lapangan". Banyak negara sudah memiliki undang-undang perlindungan perempuan, namun implementasinya sering kali terhambat oleh bias gender dalam sistem peradilan dan norma sosial yang kaku.
Akar dari IWD bermula dari gerakan buruh di Amerika Serikat dan Eropa:
Di Indonesia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyoroti 12 area kritis, termasuk pengentasan kemiskinan perempuan, perlindungan pekerja migran, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan politik (Asta Cita). Isu kekerasan digital dan hak perempuan di wilayah konflik tambang juga menjadi perhatian serius Komnas Perempuan tahun ini.
International Women's Day 2026 juga membawa perspektif baru yang belum banyak dibahas di tahun-tahun sebelumnya:
Perempuan sering kali menjadi kelompok yang paling terdampak oleh perubahan iklim. Di tahun 2026, gerakan ini menuntut keterlibatan perempuan dalam kebijakan transisi energi hijau agar lebih inklusif dan adil.
Seiring pesatnya teknologi AI, bentuk kekerasan berbasis gender online (KBGO) semakin canggih. IWD 2026 mendesak perusahaan teknologi dan pemerintah untuk menciptakan regulasi yang mampu menjerat pelaku kekerasan digital secara efektif.
| Level | Aksi Nyata |
|---|---|
| Individu | Edukasi diri tentang bias gender yang tidak disadari (unconscious bias) dan mendukung bisnis milik perempuan. |
| Komunitas | Mengadakan diskusi atau workshop tentang hak-hak hukum perempuan di lingkungan sekitar. |
| Korporasi | Memastikan kebijakan upah yang setara (equal pay) dan ruang kerja aman dari pelecehan. |
International Women's Day 2026 adalah pengingat bahwa perjalanan menuju kesetaraan gender masih jauh dari kata selesai. Dengan tema "Rights. Justice. Action.", masyarakat dunia diajak untuk bergerak melampaui seremoni dan mulai menegakkan keadilan yang substansial bagi seluruh perempuan, tanpa terkecuali.
1. Apakah IWD adalah hari libur nasional di Indonesia?
Tidak, IWD bukan merupakan hari libur nasional di Indonesia, namun dirayakan secara luas oleh instansi pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta.
2. Apa warna identik International Women's Day?
Ungu, hijau, dan putih. Ungu melambangkan keadilan dan martabat, hijau melambangkan harapan, dan putih melambangkan kemurnian (meskipun konsep putih ini sering diperdebatkan dalam konteks sejarah).
3. Berapa usia gerakan IWD di tahun 2026?
Tahun 2026 menandai 115 tahun sejak peringatan internasional pertama kali dilakukan pada tahun 1911.
Simak ulasan film Invisible Hopes karya Lamtiar Simorangkir yang mengungkap potret memilukan anak-anak dan ibu hamil di balik penjara Indonesia dalam rangka International Women's Day.
EIGER Women rayakan International Women’s Day 2025 dengan aksi sosial charity walk dan iftar gathering di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.
PEREMPUAN Mimika diharapkan dapat menjadi penggerak dalam menciptakan, membentuk, mengembangkan serta merawat budaya dan ekosistem antikorupsi.
Halimah juga menyoroti pentingnya edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai kekerasan berbasis gender.
International Women’s Day diperingati tiap 8 Maret sejak ditetapkan PBB, 50 tahun lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved