Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki dan Perempuan: Arab, Latin, dan Doanya

Media Indonesia
06/3/2026 10:00
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki dan Perempuan: Arab, Latin, dan Doanya
Kyai Penghulu Tafsif Anom Masjid Agung Muhammad Muhtarom membagikan uang zakat kepada abdi dan kerabat keraton dalam tradisi Hajad Dalem Maringaken Zakat Fitrah di Keraton Kasunanan Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/3/2025)(ANTARA/Mohammad Ayudha)

 

Zakat fitrah adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap jiwa muslim yang memenuhi syarat sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Bagi orang tua, salah satu tanggung jawab penting adalah membayarkan zakat fitrah bagi anak-anak mereka yang belum mampu secara finansial atau belum baligh.

Memahami bacaan niat zakat fitrah untuk anak menjadi sangat krusial agar ibadah yang dilakukan sah secara syariat. Niat merupakan rukun utama dalam setiap ibadah di dalam Islam.

Hukum Zakat Fitrah bagi Anak

Zakat fitrah hukumnya wajib (fardu ain) bagi setiap muslim, termasuk bayi yang baru lahir sebelum matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan. Bagi anak-anak yang belum memiliki harta sendiri, kewajiban membayar zakat fitrah dibebankan kepada wali atau orang tua yang menanggung nafkahnya, biasanya adalah sang ayah.

Kewajiban ini bertujuan untuk mensucikan diri orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor, serta sebagai bentuk kepedulian sosial untuk memberi makan kepada fakir miskin di hari raya.

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

Jika Anda seorang ayah atau wali yang membayarkan zakat untuk anak laki-laki, berikut adalah bacaan niatnya:

Teks Arab:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ ... فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Teks Latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an waladii (sebutkan nama anak) fardhan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'ala."

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

Bagi orang tua yang membayarkan zakat untuk anak perempuan, terdapat sedikit perbedaan dalam penggunaan kata ganti dalam bahasa Arab:

Teks Arab:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ ... فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Teks Latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an bintii (sebutkan nama anak) fardhan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'ala."

Besaran Zakat Fitrah Tahun 2026

Berdasarkan ketentuan syariat dan ketetapan BAZNAS yang berlaku secara umum di Indonesia, besaran zakat fitrah per jiwa adalah:

Jenis Zakat Besaran Per Jiwa
Beras / Makanan Pokok 2,5 Kilogram atau 3,5 Liter
Uang Tunai (Estimasi 2026) Rp45.000 - Rp65.000 (Sesuai wilayah)

Pastikan Anda mengecek kembali ketetapan terbaru dari BAZNAS atau lembaga amil zakat di daerah masing-masing untuk akurasi nominal uang tunai.

Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah

Terdapat beberapa pembagian waktu dalam menunaikan zakat fitrah:

  • Waktu Mubah: Sejak awal bulan Ramadan hingga hari terakhir Ramadan.
  • Waktu Wajib: Saat matahari terbenam di akhir Ramadan (malam takbiran).
  • Waktu Afdal (Paling Utama): Setelah salat Subuh sebelum salat Idulfitri dimulai.
  • Waktu Makruh: Setelah salat Idulfitri hingga matahari terbenam pada 1 Syawal.
  • Waktu Haram: Setelah lewat hari raya Idulfitri (1 Syawal).

Doa Setelah Menunaikan Zakat Fitrah

Setelah memberikan zakat kepada amil atau penerima, disunnahkan bagi pembayar zakat (muzzaki) untuk membaca doa berikut:

"Allahummaj'alhaa maghnaman wa laa taj'alhaa maghraman."

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikan ia pemberian yang merugikan."

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah anak yang baru lahir wajib zakat fitrah?

Ya, jika bayi tersebut lahir sebelum matahari terbenam pada hari terakhir bulan Ramadan, maka ia wajib dizakatkan fitrah oleh orang tuanya.

Bolehkah ibu yang meniatkan zakat fitrah untuk anaknya?

Boleh, terutama jika ibu tersebut adalah pihak yang menanggung nafkah anak tersebut secara penuh. Namun, secara umum, ayah sebagai kepala keluarga adalah pihak yang paling utama.

Kesimpulannya, menunaikan zakat fitrah untuk anak bukan sekadar menggugurkan kewajiban finansial, melainkan bentuk pendidikan spiritual bagi keluarga. Dengan niat yang benar dan waktu yang tepat, semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya