Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGSUNG tidur setelah makan memang sering terasa nyaman, tetapi kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan karena sistem pencernaan masih bekerja.
Jika seseorang langsung tidur, proses pencernaan bisa terganggu karena posisi tubuh yang berbaring dapat membuat makanan dan asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan, yang dapat memicu GERD atau rasa panas di dada.
Tidur setelah makan dapat memicu GERD karena posisi tubuh membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
Makanan yang belum tercerna dengan baik dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut.
Proses pencernaan yang terganggu dapat menimbulkan gas berlebih sehingga perut terasa kembung.
Orang yang memiliki riwayat Gastritis lebih berisiko mengalami nyeri atau perih pada lambung.
Posisi tidur dapat membuat makanan dan asam lambung menekan lambung sehingga memicu mual.
Tubuh yang masih mencerna makanan dapat membuat tidur menjadi tidak nyenyak.
Kalori dari makanan yang belum sempat digunakan tubuh dapat lebih mudah tersimpan sebagai lemak.
Asam lambung yang naik dapat menimbulkan sensasi panas pada dada.
Kebiasaan ini dapat memengaruhi proses metabolisme tubuh dalam jangka panjang.
Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat membuat tenggorokan terasa tidak nyaman.
Pencernaan yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko gangguan lambung jika terjadi terus-menerus.
Tidur setelah makan dapat membuat tubuh terasa lelah dan tidak segar saat bangun.
Untuk menjaga kesehatan pencernaan, sebaiknya beri jeda sekitar 2 sampai 3 jam setelah makan sebelum tidur agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk mencerna makanan dengan baik. (Z-4)
Sumber: alodokter, halodoc
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved