Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Kapasitas Pabrik Obat Injeksi Steril Melonjak, Ekspansi Lini Produksi Dipercepat

Putri Anisa Yuliani
04/3/2026 00:21
Kapasitas Pabrik Obat Injeksi Steril Melonjak, Ekspansi Lini Produksi Dipercepat
PT Ethica Industri Farmasi (PT EIF), produsen sediaan injeksi steril di bawah naungan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), menyelesaikan pembangunan perluasan kapasitas produksi Line 3 yang dijadwalkan diresmikan pada April 2026.(Dok. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA))

PT Ethica Industri Farmasi (PT EIF), produsen sediaan injeksi steril di bawah naungan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), menyelesaikan pembangunan perluasan kapasitas produksi Line 3 yang dijadwalkan diresmikan pada April 2026. Saat ini, kapasitas Line 3 telah terisi penuh (full capacity), mendorong perseroan mempercepat pembangunan fasilitas Line 4, 5, dan 6.

Pembangunan Line 3 dimulai pada September 2024 dan rampung dalam waktu sekitar 1,5 tahun. Percepatan tersebut dilakukan untuk merespons meningkatnya permintaan pasar, khususnya dari rumah sakit, terhadap produk injeksi dan sediaan steril. Kehadiran Line 3 ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas hingga tiga kali lipat serta memperkuat kapasitas produksi sediaan steril perseroan.

Sejalan dengan peningkatan kapasitas tersebut, PT EIF tengah melanjutkan pembangunan Line 4 dan Line 5. Fasilitas Line 4 akan mengadopsi teknologi terbaru dalam produksi obat steril, yang juga akan diterapkan pada Line 5 guna memastikan kualitas dan keamanan produk tetap terjaga.

Seluruh perluasan fasilitas ini dirancang dengan teknologi produksi modern dan memenuhi standar current Good Manufacturing Practices (cGMP) Indonesia dan internasional, PIC/S, termasuk persyaratan European Union Good Manufacturing Practices (EU GMP) serta Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia. Standar ini menjadi prasyarat penting untuk penetrasi pasar ekspor dan memperkuat daya saing global.

Setelah penyelesaian Line 4 dan Line 5, perusahaan juga akan melanjutkan pembangunan Line 6 sebagai bagian dari strategi pengembangan kapasitas manufaktur berkelanjutan.

Ekspansi ini dilakukan di tengah proyeksi pertumbuhan pasar sterile injectable global yang signifikan. Nilai pasar obat injeksi steril dunia diperkirakan mencapai sekitar US$4,9 miliar pada 2026 dan berpotensi meningkat hingga hampir US$9,9 miliar pada 2035, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 8%.

Kawasan Asia Pasifik menjadi salah satu kontributor pertumbuhan terbesar, didorong peningkatan belanja kesehatan, ekspansi fasilitas layanan medis, serta kebutuhan yang terus meningkat terhadap produk injeksi dan sediaan steril.

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya ketersediaan fasilitas produksi obat steril yang andal, berkualitas, dan memenuhi standar internasional guna menjaga keberlanjutan rantai pasok regional.

Direktur PYFA, Bejo Stefanus, menegaskan bahwa pengembangan fasilitas produksi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

"Penyelesaian Line 3 yang akan segera diresmikan menjadi langkah penting dalam meningkatkan produktivitas kami. Penerapan teknologi pada Line 4 dan Line 5 dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Ke depan, pembangunan Line 6 menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat kapasitas manufaktur," tegasnya.

Penambahan dan pengembangan lini produksi ini diyakini akan memperkuat kapabilitas PT EIF sekaligus mendongkrak daya saing PYFA di industri farmasi steril. Langkah tersebut juga mempertegas komitmen perusahaan untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri obat injeksi steril di tingkat regional dan global. (Put/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya