Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh di Imlek Nasional 2026: Simbol Harmoni Ramadan

mediaindonesia.com
03/3/2026 12:10
Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh di Imlek Nasional 2026: Simbol Harmoni Ramadan
Puncak perayaan Festival Imlek Nasional 2026, berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (28/2/2026).(Antara)

PERAYAAN puncak Festival Imlek Nasional 2026 mencatat pencapaian internasional setelah kegiatan “Makan Besar Bersama Bobon Santoso” sukses meraih pengakuan Guinness World Record. 

Acara tersebut digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, dan melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Rekor dunia diraih melalui penyajian hidangan Lontong Cap Go Meh dalam jumlah besar yang mencerminkan perpaduan budaya sekaligus kekayaan kuliner Nusantara. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyambut capaian tersebut sebagai bentuk nyata kreativitas dan inklusivitas dalam sektor ekonomi kreatif.

“Kegiatan makan besar ini memberi kesempatan bagi pelaku UMKM, kreator konten, dan komunitas lokal untuk menampilkan inovasi sambil menjaga tradisi kuliner yang menjadi bagian dari kekayaan ekonomi kreatif Indonesia,” kata Wamen Ekraf Irene melalui keterangan resminya yang dikutip, Selasa (3/3/2026).

Ia menambahkan bahwa momentum perayaan tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan bulan Ramadan. “Karena perayaan Imlek bertepatan dengan Ramadan, hidangan berupa Lontong Cap Go Meh simbol akulturasi kuliner Tionghoa dan tradisi Ramadan Indonesia,” lanjut dia.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyajikan total 5.054 porsi Lontong Cap Go Meh yang kemudian tercatat resmi memecahkan Guinness World Record untuk kategori Most Servings of Lontong Cap Go Meh Served in 8 Hours.

Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran ribuan pengunjung yang turut meramaikan acara dan menikmati hidangan bersama. Partisipasi publik dinilai menjadi elemen penting dalam keberhasilan kegiatan yang mengangkat nilai kebersamaan sekaligus pelestarian tradisi Cap Go Meh.

“Acara makan besar ini bukan hanya soal menikmati hidangan, tetapi juga menjadi momentum berbagi, berinteraksi, dan merayakan kekayaan kuliner serta tradisi Cap Go Meh,” ujar Irene.

Melalui kegiatan tersebut, kuliner tradisional Indonesia ditampilkan bukan sekadar sebagai warisan rasa, melainkan juga sebagai sarana memperkuat persatuan sosial serta mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif nasional. 

Nilai gotong royong dan kolaborasi masyarakat yang terlihat selama acara berlangsung menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi kreatif bertumpu pada kreativitas budaya dan partisipasi publik yang luas.

Puncak Perayaan Imlek Nasional 2026

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme warga. Ia menegaskan bahwa pertemuan momentum Imlek dan Ramadan adalah wajah asli jati diri bangsa Indonesia.

"Indonesia adalah bangsa besar yang tidak takut pada perbedaan. Bangsa besar justru merawat perbedaan sebagai kekuatan," tegas Presiden Prabowo dalam sambutan Puncak Perayaan Imlek Nasional 2026 bertema Harmoni Imlek Nusantara yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (28/2/2026) kemarin. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya