Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Terungkap Hidung Triceratops Berfungsi Lebih dari Sekadar Penciuman

Thalatie K Yani
23/2/2026 11:00
Terungkap Hidung Triceratops Berfungsi Lebih dari Sekadar Penciuman
Seishiro Tada (kiri) berdiri di samping tengkorak Triceratops yang mengagumkan, dengan rongga hidungnya yang sangat besar terlihat di bagian depan.(©2026 Tada CC-BY-ND)

KEPALA besar Triceratops yang selama ini identik dengan tanduk raksasa ternyata menyimpan fungsi lain yang baru terungkap. Melalui pemindaian CT dan rekonstruksi tiga dimensi terhadap tengkorak fosil, para peneliti menemukan bagian hidung dinosaurus ini memiliki sistem internal yang jauh lebih kompleks dari dugaan sebelumnya.

Tim peneliti, termasuk dari University of Tokyo, menganalisis struktur rongga hidung Triceratops dan membandingkannya dengan anatomi hewan modern seperti burung dan buaya. Hasil penelitian menunjukkan rongga hidung yang besar bukan hanya berfungsi sebagai alat penciuman, tetapi juga kemungkinan menjadi jalur penting bagi saraf, pembuluh darah, serta sistem pengaturan suhu dan kelembapan.

Project Research Associate Seishiro Tada dari University of Tokyo Museum menjelaskan ketertarikannya pada bentuk kepala dinosaurus ini. “Saya telah meneliti evolusi kepala dan hidung reptil sejak masa studi magister,” katanya. “Triceratops khususnya memiliki hidung yang sangat besar dan tidak biasa, dan saya tidak bisa memahami bagaimana organ-organ di dalamnya tersusun meskipun saya memahami pola dasar reptil. Hal itu membuat saya tertarik pada anatomi hidung serta fungsi dan evolusinya.”

Dinosaurus bertanduk atau Ceratopsia dikenal memiliki struktur kepala yang mencolok, namun detail bagian dalam tengkoraknya masih jarang dipahami. Melalui data CT scan berbasis sinar-X, para peneliti berupaya merekonstruksi jaringan lunak yang tidak lagi tersisa pada fosil.

“Dengan menggunakan data CT scan berbasis sinar-X dari Triceratops serta pengetahuan mengenai morfologi moncong reptil modern, kami menemukan karakteristik unik pada hidungnya dan memberikan hipotesis komprehensif pertama tentang anatomi jaringan lunak pada dinosaurus bertanduk,” ujar Tada. “Triceratops memiliki ‘jalur kabel’ yang tidak biasa di hidungnya. Pada sebagian besar reptil, saraf dan pembuluh darah mencapai lubang hidung melalui rahang dan hidung. Namun pada Triceratops, bentuk tengkoraknya menghalangi jalur rahang sehingga saraf dan pembuluh darah melewati cabang hidung.”

Peneliti juga menemukan indikasi adanya struktur yang disebut respiratory turbinate, yakni tulang tipis berbentuk gulungan di dalam rongga hidung yang berfungsi memperluas permukaan pertukaran panas dan kelembapan. Struktur serupa umum ditemukan pada burung dan mamalia, tetapi jarang teridentifikasi pada dinosaurus.

Meski Triceratops kemungkinan bukan hewan berdarah panas sepenuhnya, keberadaan struktur ini diduga membantu menjaga kestabilan suhu tubuh dan mempertahankan kelembapan, terutama mengingat ukuran tengkoraknya yang sangat besar.

“Walaupun kami tidak 100% yakin Triceratops memiliki respiratory turbinate, beberapa burung memiliki dasar perlekatan yang serupa dan dinosaurus bertanduk menunjukkan tonjolan yang mirip di lokasi yang sama,” kata Tada. “Karena itu kami menyimpulkan mereka kemungkinan memilikinya seperti burung.”

Penelitian ini dinilai melengkapi pemahaman ilmuwan tentang anatomi kepala dinosaurus bertanduk. Langkah berikutnya, tim peneliti berencana meneliti bagian tengkorak lain, termasuk frill khas Triceratops yang hingga kini masih menyimpan banyak misteri. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya