Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Sering Diucap saat Ramadan, Ternyata Ini Asal-usul Kata Mokel yang tak Banyak Orang Tahu!

 Gana Buana
19/2/2026 20:29
Sering Diucap saat Ramadan, Ternyata Ini Asal-usul Kata Mokel yang tak Banyak Orang Tahu!
Apa itu mokel? Simak asal-usul kata mokel dari bahasa Jawa Timuran.(Freepik)

SETIAP kali bulan Ramadan tiba, jagat media sosial Indonesia selalu diramaikan dengan istilah "mokel". Kata ini sering muncul dalam bentuk meme, video pendek di TikTok, hingga sindiran ringan antar teman di grup WhatsApp.

Namun, meski sudah menjadi kosakata "wajib" saat puasa, tahukah Anda dari mana sebenarnya kata ini berasal?

Apa Itu Mokel?

Secara umum, mokel adalah istilah gaul yang merujuk pada tindakan membatalkan puasa secara sengaja sebelum waktu berbuka tiba, namun pelakunya tetap berlagak seolah-olah masih berpuasa di hadapan orang lain.

Kini, kata mokel bahkan telah resmi masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring sebagai verba cakapan yang berarti "makan atau minum sebelum waktu berbuka puasa, biasanya dilakukan secara diam-diam."

Sejarah dan Etimologi: Dari Malang ke Nasional

Asal-usul kata mokel berakar kuat dari dialek Jawa Timuran, khususnya populer di wilayah Malang dan sekitarnya. Secara etimologis, ada dua versi menarik mengenai pembentukan kata ini:

  • Teori Akronim (Mo-Kel): Beberapa pakar bahasa lokal menyebut mokel berasal dari gabungan kata "Mo" (dari emoh yang berarti tidak mau) dan "Kel" (kependekan dari keleson). Dalam bahasa Jawa, keleson berarti kondisi sangat kelaparan atau lemas karena belum makan. Jadi, secara harfiah mokel bermakna "tidak mau menahan lapar."
  • Dialek Lokal: Dalam Kamus Bahasa Jawa-Indonesia oleh Balai Bahasa Provinsi DIY, kata mokèl didefinisikan sebagai tindakan menghentikan pekerjaan atau puasa di tengah jalan sebelum waktunya selesai.

Dahulu, istilah ini hanya digunakan secara terbatas di Jawa Timur. Namun, berkat ledakan konten digital dan tren seperti challenge "Mokel With You" di media sosial, istilah ini bertransformasi menjadi bahasa gaul nasional.

pa Bedanya Mokel, Godin, dan Mokah?

Indonesia yang kaya akan budaya memiliki istilah lokal yang berbeda-beda untuk menyebut fenomena batal puasa ini:

Istilah Asal Daerah Keterangan
Mokel Jawa Timur (Malang) Paling populer secara nasional.
Godin Jawa Barat (Sunda) Batal puasa diam-diam di siang hari.
Mokah Jawa Tengah/Pesisir Variasi lain dari kata mokel.
Budim Bahasa Gaul (Nasional) Singkatan dari "Buka Diam-diam".

Makna Sosiologis

Meskipun sering digunakan sebagai bahan candaan, fenomena mokel sebenarnya mencerminkan tantangan integritas diri. Secara agama, mokel tanpa uzur syar'i (seperti sakit atau musafir) dianggap sebagai pelanggaran. Namun dalam konteks budaya populer, kata ini telah bergeser menjadi "kode sosial" untuk menggambarkan kelelahan atau godaan yang dialami seseorang selama menjalankan ibadah.

Checklist: Mengapa Istilah Mokel Begitu Populer?

  • Relevansi: Menggambarkan realitas godaan puasa yang dialami banyak orang.
  • Bunyi yang Unik: Kata "mokel" terdengar lucu dan tidak terlalu menghakimi jika digunakan dalam konteks bercanda.
  • Media Sosial: Algoritma TikTok dan X (Twitter) mempercepat adopsi istilah daerah menjadi tren nasional.

Kesimpulan

Mokel bukan sekadar istilah batal puasa, melainkan bukti bagaimana bahasa daerah dapat memperkaya khazanah bahasa gaul nasional melalui media digital. Meskipun digunakan untuk bercanda, memahami asal-usulnya dari kata "keleson" mengingatkan kita bahwa esensi puasa memang tentang menaklukkan rasa lapar tersebut.

Artikel ini adalah bagian dari pilar edukasi bahasa dan budaya Ramadan. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya