Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA kebugaran fisik selama bulan Ramadhan seringkali menjadi tantangan. Namun, berhenti berolahraga sama sekali bukanlah solusi yang tepat. Menurut Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga, dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menjaga rutinitas fisik sangat penting agar kebugaran tubuh tidak menurun drastis selama berpuasa.
"Ketika kita ingin tetap aktif, pasti ada penyesuaian strateginya," ujar Andhika, lulusan spesialis kedokteran olahraga Universitas Indonesia tersebut dikutip dari Antara, Selasa (17/2).
Berikut adalah panduan strategi dan pemilihan waktu olahraga yang tepat selama bulan puasa menurut dr. Andhika Raspati:
Waktu ini sangat cocok bagi Anda yang ingin memanfaatkan energi maksimal dari asupan makanan dan minuman saat sahur. Namun, ada catatan penting yang harus diperhatikan:
"Kalau mau latihan pagi, hindari latihan yang menguras banyak keringat, (contoh olahraga yang tidak menguras keringat) misalnya nge-gym di ruangan ber-AC," kata Andhika.
Waktu ngabuburit sering menjadi pilihan populer. Meski begitu, dr. Andhika mengingatkan bahwa kondisi tubuh di sore hari biasanya berada pada titik energi terendah.
"Jangan yang terlalu eksplosif, karena (kadar) gula sudah habis sepanjang hari enggak makan. Pilih yang mudah kayak jalan santai, slow jogging, pokoknya yang intensitas rendah. Itu enggak masalah," jelasnya.
Jika Anda ingin melakukan latihan yang lebih berat, waktu setelah berbuka adalah pilihan yang paling aman. Namun, kuncinya adalah menjaga porsi makan saat berbuka agar perut tidak terasa begah saat bergerak.
Andhika menyarankan untuk tidak langsung mengonsumsi makanan berat jika ingin segera berolahraga. "Mungkin sekadar minum jus supaya mengisi energi sedikit dipakai salat Maghrib, siap latihan," tambahnya.
Memilih waktu olahraga saat berpuasa memegang peranan vital bagi kondisi tubuh. Apakah Anda memilih pagi, sore, atau malam hari, pastikan untuk selalu mendengarkan sinyal tubuh dan menyesuaikan intensitasnya. Dengan strategi yang tepat, puasa bukan lagi alasan untuk tidak bugar.
(Ant/P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved