Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG bulan suci Ramadhan 2026, umat Muslim mulai mempersiapkan diri secara lahir dan batin. Salah satu tradisi yang melekat kuat di masyarakat Indonesia adalah mandi keramas sebelum hari pertama puasa dimulai. Namun, secara syariat Islam, penting untuk memahami perbedaan antara mandi wajib karena hadas besar dan mandi sunnah untuk membersihkan diri (tazayyun).
Berikut adalah panduan lengkap mengenai niat mandi puasa Ramadhan, hukum, serta tata caranya sesuai tuntunan sunnah.
Secara hukum fikih, tidak ada dalil khusus yang mewajibkan mandi besar hanya karena akan memasuki bulan Ramadhan. Mandi menjadi wajib apabila seseorang sedang menanggung hadas besar (seperti junub, selesai haid, atau nifas). Jika seseorang dalam keadaan suci, mandi menjelang Ramadhan hukumnya adalah sunnah atau diperbolehkan sebagai bentuk menjaga kebersihan (thaharah).
Penting: Mandi wajib atau keramas bukanlah rukun atau syarat sah puasa. Seseorang tetap bisa berpuasa meskipun belum mandi wajib saat fajar tiba, selama ia sudah berniat puasa di malam hari.
Niat adalah pembeda antara mandi biasa untuk kesegaran dengan mandi yang bernilai ibadah. Niat dibaca di dalam hati saat air pertama kali menyentuh anggota tubuh.
Gunakan niat ini jika Anda dalam kondisi junub atau setelah masa haid/nifas berakhir:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجَنَابَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta'ala."
Gunakan niat ini untuk pembersihan diri secara umum menyambut bulan suci:
نَوَيْتُ أَدَاءَ الْغُسْلِ السُّنَّةِ لِاسْتِقْبَالِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu ada'as sunnati li istiqbali syahri ramadhana lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat menjalankan mandi sunnah untuk menyambut bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala."
Agar mandi yang Anda lakukan sempurna dan sah secara syariat, berikut langkah-langkahnya:
Boleh dan puasanya tetap sah. Merujuk pada hadits Aisyah RA dan Ummu Salamah RA, Nabi Muhammad SAW pernah memasuki waktu subuh dalam keadaan junub, kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa. Namun, mandi harus segera dilakukan agar bisa melaksanakan shalat Subuh tepat waktu.
Untuk mandi sunnah menyambut Ramadhan, waktu yang dianjurkan adalah pada sore hari di akhir bulan Sya'ban atau pada malam hari sebelum pelaksanaan shalat Tarawih pertama.
| Aktivitas | Status |
|---|---|
| Membayar hutang puasa tahun lalu (Qadha) | Wajib |
| Mandi wajib/sunnah pembersihan diri | Dianjurkan |
| Membaca niat puasa di malam hari | Rukun |
| Menyiapkan jadwal ibadah & tadarus | Persiapan |
Dengan kondisi fisik yang bersih dan suci, diharapkan ibadah puasa Ramadhan kita menjadi lebih khusyuk dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Selamat menyambut bulan suci Ramadhan 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved