Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYAMBUT datangnya bulan suci Ramadan merupakan momen yang penuh sukacita bagi umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia adalah mandi keramas atau mandi besar sebelum memulai ibadah puasa.
Secara syariat, mandi ini merupakan bentuk pembersihan diri agar seseorang berada dalam kondisi suci dan segar saat menjalankan ibadah.
Meskipun bukan merupakan rukun puasa yang bersifat wajib (kecuali dalam keadaan hadas besar), mandi sunnah menyambut Ramadan memiliki keutamaan tersendiri. Hal ini sejalan dengan semangat menyucikan lahir dan batin sebelum memasuki bulan yang penuh keberkahan.
Banyak orang bertanya-tanya, apakah mandi keramas sebelum puasa itu wajib? Menurut pandangan mayoritas ulama, hukum mandi sebelum puasa Ramadan adalah sunnah, bukan wajib. Mandi ini bertujuan untuk membersihkan badan agar terasa segar dan bersemangat dalam beribadah.
Namun, mandi menjadi wajib jika seseorang berada dalam keadaan hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri (janabah), selesai masa haid, atau nifas. Jika Anda tidak dalam keadaan hadas besar, mandi ini tetap sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terhadap kemuliaan bulan Ramadan.
Niat adalah rukun terpenting dalam setiap ibadah. Niat mandi puasa Ramadan dapat diucapkan di dalam hati maupun dilafalkan secara lisan. Berikut adalah bacaan niatnya:
"Nawaitu ghusla lidhukhuli romadhona sunnatan lillahi ta'ala."
Artinya: Aku berniat mandi sunnah untuk memasuki bulan Ramadan karena Allah Ta'ala.
Agar mandi yang dilakukan sesuai dengan tuntunan dan memberikan kesempurnaan pahala, berikut adalah langkah-langkah atau tata cara mandi yang dianjurkan:
Waktu pelaksanaan mandi sunnah Ramadan yang paling utama adalah pada sore hari di hari terakhir bulan Syaban, tepatnya menjelang pelaksanaan salat Tarawih pertama. Namun, mandi ini juga diperbolehkan dilakukan pada malam hari atau sebelum waktu subuh di hari pertama puasa.
Tujuannya adalah agar saat melaksanakan ibadah di malam pertama Ramadan (Tarawih) dan memulai puasa di pagi hari, kondisi fisik sudah dalam keadaan bersih dan bugar.
Penting untuk memahami perbedaan antara keduanya. Mandi sunnah dilakukan sebagai bentuk kesiapan diri dan kebersihan tambahan. Sementara itu, mandi wajib adalah syarat sahnya ibadah salat dan puasa bagi mereka yang berhadas besar.
Jika seorang wanita baru saja selesai masa haid tepat sebelum Ramadan, maka ia wajib melakukan mandi wajib (Ghusl) dengan niat menghilangkan hadas besar agar puasanya sah.
Mandi puasa Ramadan adalah tradisi mulia yang menggabungkan aspek kebersihan fisik dan kesucian spiritual. Dengan memahami niat dan tata cara yang benar, diharapkan umat Muslim dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih khusyuk, nyaman, dan penuh semangat.
1. Apakah puasa sah jika tidak mandi keramas?
Ya, puasa tetap sah selama syarat dan rukun puasa terpenuhi. Mandi keramas sebelum Ramadan hukumnya sunnah.
2. Bisakah niat mandi Ramadan digabung dengan mandi wajib?
Bisa. Jika Anda memiliki hadas besar, cukup lakukan mandi wajib dengan niat menghilangkan hadas besar.
3. Kapan batas waktu mandi sebelum puasa?
Dianjurkan sebelum fajar hari pertama puasa atau sebelum salat Tarawih pertama.
4. Apakah harus menggunakan sabun dan sampo?
Sangat dianjurkan untuk kebersihan, namun yang utama adalah meratanya air ke seluruh tubuh.
5. Bolehkah mandi keramas di siang hari saat puasa?
Boleh, asalkan air tidak masuk ke dalam lubang tubuh secara sengaja. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved