Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

PKM ITB Desa Cikujang: Inovasi Chipshuy dan Edukasi Stunting

Media Indonesia
16/2/2026 20:13
PKM ITB Desa Cikujang: Inovasi Chipshuy dan Edukasi Stunting
Kampus ITB.(Dok MI)

MINGGU 15 Februari 2026 pagi di Desa Cikujang, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, terasa berbeda dari biasanya. Pagi itu beberapa dosen ITB yang tergabung dalam Tim PKM Desa Binaan yang diketuai Tomi Hendrayana meninjau langsung ke lokasi untuk melakukan munggahan.

Munggahan kali ini bukan sekedar tradisi makan bersama menyambut bulan suci Ramadan. Namun ada yang berbeda, yaitu penyerahan simbolik beberapa bantuan peralatan dan launching produk hasil olahan warga masyarakat berbahan baku talas dan singkong.

Setelah berulang kali percobaan, tim dan warga, berhasil menemukan formula rasa terbaik, yakni produk keripik talas dan singkong yang diberi nama kekinian Chipshuy. Produk olahan ini memiliki varian rasa yang digemari Gen Z seperti original (asin–gurih), barbeque, jagung bakar, balado, dan keju asin.

Sebagai kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, yaitu edukasi dan bimbingan teknis tip dan trik menembus pasar digital dari pakar Fakultas Teknik Industri ITB pada 9 November 2025, Tim PKM Desa Binaan menggagas pilot project dengan pendampingan terhadap salah seorang petani. Kegiatan ini dimulai dari pengadaan dan pemilihan bibit, penanaman, panen, pengolahan, dan pengemasan.

Endi dan Ikoh, dua mitra Tim PKM Desa Binaan warga Kampung Babakan, berharap pemasaran hasil usaha mereka meningkat. Ke depan, tim berupaya melanjutkan program pendampingan untuk membantu pembuatan surat legalitas berusaha seperti NIB, PIRT, dan sertifikasi halal sehingga produk hasil olahan dengan sumber daya lokal menembus pasar lebih luas.

Hasil komoditas utama Desa Cikujang biasa dijual mentah kepada pengepul dengan harga rendah sehingga tidak menutup biaya produksi. Beberapa petani sudah melakukan pengolahan hasil panen tetapi untuk kebutuhan sendiri. Hasil panen sebenarnya dapat menghasilkan nilai tambah bila dilakukan pengolahan pascapanen dan memiliki diversifikasi produk dengan memperhatikan selera pasar atau tren di masyarakat.

Semua kondisi ini memerlukan bantuan eksternal untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mencegah merebaknya kasus stunting. ITB sebagai institusi pendidikan terpanggil melakukan kolaborasi dan sinergi dengan warga desa untuk kepentingan bersama.

Salah satunya dengan mengirimkan Tim PKM Desa Binaan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dengan beragam kegiatan yang fokus peningkatan kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi pencegahan stunting, pemberian sembako murah, bimbingan teknis cara menembus pasar digital, dan pilot project merintis usaha pengolahan keripik talas–singkong. Program ini terselenggara melalui kolaborasi antara berbagai pihak seperti Direktorat Kemahasiswaan ITB, Klinik Pratama ITB, apoteker Sekolah Farmasi ITB, mahasiswa ITB, dan dukungan pemerintah Desa Cikujang dari Oktober 2025 hingga Juli 2026.

Layanan Kesehatan

Selain bimbingan usaha, tim juga menggelar kegiatan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan menurunkan 2 dokter, 3 perawat, dan 6 apoteker. Warga memperoleh pemeriksaan kolesterol, gula darah, dan asam urat. Warga masyarakat yang datang menerima layanan kesehatan adalah para lansia dengan keluhan rerata seperti pusing, pegal, gatal, sulit bernapas, sukar berjalan, dan nyeri sendi. Salah seorang warga masyarakat, Tati, yang mengeluh sakit lambung mengaku senang dengan kegiatan ini dan berharap dapat dilakukan secara rutin.

Bersamaan dengan pemberian layanan kesehatan dilakukan pula penyuluhan terkait stunting yang melibatkan remaja, kader posyandu, calon pasangan suami istri, dan perangkat desa. Warga masyarakat diajak memahami definisi stunting, faktor risiko, dampak jangka panjang, hingga cara mengidentifikasi tanda awal pertumbuhan tidak optimal.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peran gizi seimbang serta praktik hidup sehat yang mendukung pencegahan stunting. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan motivasi dan komitmen peserta berperan aktif sesuai kapasitas sebagai kader, remaja, dan perangkat desa.

Pembagian sembako murah bertujuan membantu warga masyarakat memenuhi kebutuhan pangan harian dengan biaya ringan. Selain itu, program ini memperkuat peran pemerintah desa memastikan ketersediaan bahan pokok bagi seluruh lapisan warga. Isah dan Jajang, dua warga Kampung Babakan mengaku senang dengan adanya layanan kesehatan gratis, edukasi kesehatan, dan penjualan sembako murah. Warga mengaku terbantu dan berharap kegiatan tersebut dilakukan secara rutin. (RO/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik