Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM tanggung jawab sosial Holywings Peduli kembali hadir dengan kegiatan Senam Jantung Sehat pada Minggu (15/2) di Dragon Bekasi. Acara yang dimulai sejak pagi hari ini menarik antusias ratusan peserta dari berbagai usia berasal dari warga kelurahan Marga Mulya, Bekasi.
Dipandu oleh instruktur profesional, senam ini menekankan gerakan yang mudah diikuti namun efektif untuk melatih daya tahan jantung, meningkatkan aliran darah, serta kebugaran tubuh secara menyeluruh.
Sebagaimana diketahui, penyakit jantung dan kardiovaskular merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai sekitar 1,5% dari total populasi, atau sekitar 15 dari 1.000 orang yang diperkirakan menderita kondisi jantung tertentu. Angka ini menunjukkan bahwa jutaan warga Indonesia hidup dengan risiko terhadap kesehatan jantung.
Selain itu, penyakit kardiovaskular termasuk penyebab utama kematian di Indonesia, dengan data Kementerian Kesehatan yang menunjukkan bahwa jantung iskemik (serangan jantung) menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi, menyumbang lebih dari 14% dari total kematian nasional.
Statistik ini menggarisbawahi pentingnya upaya promotif dan preventif seperti senam sehat jantung untuk menurunkan risiko dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings Peduli, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendorong masyarakat hidup lebih sehat.
"Kami percaya kesehatan adalah investasi jangka panjang. Melalui Senam Jantung Sehat, Holywings Peduli ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dan mengajak semua orang untuk mulai menjaga jantungnya dari hal-hal sederhana, seperti rutin bergerak dan berolahraga," tutur Andrew.
Antusiasme peserta yang ikut senam sehat Holywings Peduli kali ini tercermin dari berbagai cerita positif. Rina (45), salah satu peserta, mengaku senang bisa ikut serta.
"Senamnya seru, gerakannya pas untuk semua usia. Saya merasa lebih segar," ujar Rina.
Sementara itu, Andi (38) menambahkan, "Acara ini bukan sekadar olahraga, tapi juga motivasi buat kami untuk rutin bergerak dan menjaga kesehatan jantung di tengah aktivitas harian," ucapnya.
Senam jantung sehat dirancang khusus dengan gerakan terukur, berfokus pada otot besar, kelenturan sendi, dan peningkatan oksigen untuk memperkuat otot jantung serta aman bagi penderita penyakit jantung/lansia. Berbeda dengan senam biasa yang intensitasnya lebih variatif, senam jantung sehat terstruktur dalam beberapa seri, seringkali diiringi musik dengan tempo tertentu (misalnya 145 ketukan/menit untuk latihan inti).
Melalui kegiatan seperti Senam Jantung Sehat ini, Holywings Peduli berharap dapat menjadi bagian dari gerakan kesehatan publik yang meningkatkan kesadaran dan aksi nyata masyarakat dalam menjaga jantung mereka agar tetap sehat dan kuat di setiap tahap kehidupan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Holywings Peduli berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program positif yang mendorong masyarakat menjalani gaya hidup sehat secara berkelanjutan. (Fal/E-1)
Sejumlah peserta mengaku Korean Dance menjadi cara yang lebih menyenangkan untuk mulai berolahraga.
Pemberian mesin bor ini dipandang sebagai kontribusi konkret untuk membantu percepatan pembangunan sumur resapan, sebuah solusi praktis agar air hujan dapat terserap lebih efektif ke tanah/
Kegiatan Pound Fit dipilih karena merupakan olahraga berdurasi singkat namun efektif meningkatkan kesehatan tubuh.
Digital Hub dan Holywings menggelar Padel Tournament 2025 di BSD City, menghadirkan komunitas bisnis, selebritas, dan pelaku startup dalam ajang sportainment bergengsi.
Tak heran bila aeroboxing kini menjadi salah satu opsi olahraga yang banyak dipilih komunitas kebugaran di sejumlah kota besar.
Penelitian di Boston menemukan paparan cahaya buatan di malam hari meningkatkan stres otak dan peradangan pembuluh darah, memicu risiko penyakit jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved